TVRINews, Cape Town
Menteri Luar Negeri RI (Menlu) Retno Marsudi mengajak negara-negara BRICS (Brasil, Rusia, India, RRT, Afrika Selatan) untuk memperjuangkan hak pembangunan setiap negara dan memperkuat multilateralisme.
Hal tersebut dikatakannya secara virtual pada pertemuan para Menlu negara-negara BRICS dengan negara-negara mitra di Cape Town, Afrika Selatan, Jumat, 2 Juni 2023 waktu setempat.
Retno menyebut saat ini dunia semakin terbelah ke dalam blok-blok yang saling berlawanan. Tatanan dunia yang berdasarkan peraturan kehilangan makna karena setiap negara mengejar kepentingan pribadi masing-masing.
Kerja sama internasional gagal mengatasi tantangan-tantangan global, dan kepercayaan terhadap efektivitas multilateralisme makin surut.
“Jika tren ini terus berlanjut, negara berkembang yang akan paling dirugikan. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk memperbaiki tatanan global yang tidak sehat ini. Dan BRICS berpotensi menjadi kekukatan yang positif untuk itu,” kata Retno seperti yang dilansir dalam keterangan resminya, Sabtu, 3 Juni 2023.
Lebih lanjut, Retno menyampaikan dua hal yang perlu didorong oleh BRICS. Pertama, memperjuangkan hak pembangunan setiap negara.
“Kita semua ingin memberikan kesejahteraan bagi rakyat dan menjadi negara maju. Tapi kita tidak dapat melakukannya jika hak atas pembangunan terus dilanggar,” ucap Retno.
Sejarah mencatat negara berkembang banyak mengalami ketidakadilan ekonomi. Oleh karena itu, negara-negara Global South berhak untuk menjadi bagian dari rantai pasok global dan bebas dari diskriminasi perdagangan dan perangkap utang.
Kedua, memperkuat multilateralisme. Agar dapat berfungsi dengan baik, multilateralisme harus infklusif dan sesuai dengan tujuan. Untuk itu, tata kelola global perlu diperkuat dan direformasi.
“Reformasi tersebut harus mempertimbangkan suara dan kepentingan negara-negara berkembang. BRICS dapat menjadi katalis untuk reformasi ini,” ujar Retno.
Retno mengapresiasi inisiatif BRICS membentuk Bank Pembangunan Baru yang menghadirkan perspektif segar dalam sistem keuangan global yang sudah kadaluwarsa.
Selain itu, Retno juga menegaskan bahwa multilateralisme hanya dapat berkembang jika semua pihak menghormati hukum internasional secara konsisten tanpa standar ganda sebagai fondasi tatanan global.
“Mari bekerja bersama untuk membangun masa depan dunia yang lebih cerah,” tutur Retno.










