
14 Staf PBB Dilaporkan Tewas Akibat Perang Israel-Hamas
Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews, Jakarta
Diprediksi ada lebih dari satu juta orang telah mengungsi dari Jalur Gaza menjelang invasi Israel yang hendak menumpas kepemimpinan Hamas menyusul serangan yang dilakukan oleh kelompok militan tersebut ke wilayah Israel.
Kelompok bantuan memperingatkan bahwa serangan darat Israel akan mempercepat terciptanya krisis kemanusiaan.
Pasukan Israel mengambil posisi di sepanjang perbatasan dengan Gaza dan melakukan latihan yang menurut Israel akan menjadi kampanye luas guna membongkar kelompok militan itu, dikutip dari VOA Indonesia, Rabu, 17 Oktober 2023.
Tidak ada bantuan yang datang dan pasokan mulai habis, kata Juliette Touma, direktur komunikasi Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) dalam briefing virtual di PBB, New York, pada Senin, 16 Oktober 2023.
Touma mengatakan jumlah staf PBB yang telah tewas kini mencapai empat belas, tetapi kemungkinan angka sebenarnya lebih tinggi.
Ia mengatakan timnya di lapangan semakin merasa cemas.
“Mereka mengatakan mereka tidak bisa menjamin keselamatan anak-anak mereka, bahwa mereka akan baik-baik saja padahal tidak demikian halnya. Kami merasakan tingkat keputusasaan dan frustrasi dan keletihan di kalangan staf kami, yang meningkat dari jam ke jam,” ujar Touma.
“Kami dari UNRWA menyerukan agar blokade ini dihentikan, sehingga organisasi seperti UNRWA dan badan-badan PBB lain serta badan kemanusiaan bisa membawa pasokan yang sangat dibutuhkan ke Jalur Gaza,” tambahnya.
Serangan udara dahsyat selama seminggu telah menghancurkan daerah-daerah tempat tinggal namun tidak berhasil mencegah tembakan roket militan ke dalam wilayah Israel.
Sebagai informasi tambahan, perang yang dimulai pada 7 Oktober telah menjadi yang paling mematikan dari lima perang yang berlangsung antara pihak Hamas dan Israel. Lebih dari 4.000 orang telah tewas dalam perang kali ini.
Editor: Redaktur TVRINews
