
Penulis: Intan Kw
TVRINews, Jakarta
Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Zahid Hafeez Chaudhri, mengungkapkan sejumlah pembahasan dalam pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut pertemuan tersebut membahas langkah-langkah untuk memperkuat kemitraan strategis di berbagai bidang, mulai dari pertahanan hingga kerja sama multilateral.
Dalam konteks geopolitik dan peran dunia Islam, Zahid menekankan pentingnya kolaborasi Indonesia dan Pakistan yang secara bersama-sama mewakili lebih dari seperempat populasi Muslim dunia.
“Karena Indonesia dan Pakistan, bersama-sama, mewakili lebih dari seperempat populasi Muslim dunia. Oleh karena itu, sangat penting bagi kedua negara kita untuk bekerja sama secara bilateral, serta melalui berbagai platform yang tersedia, termasuk PBB, OKI, D8, dan ASEAN. Kami menantikan penguatan kerja sama lebih lanjut dengan Indonesia,” kata Zahid dalam keterangan persnya usai pertemuan, Kamis, 12 Februari 2026.
Di sektor pertahanan, Zahid menyebut hubungan kedua negara telah terjalin dengan baik dan akan terus ditingkatkan.
"Pakistan dan Indonesia memiliki kerja sama yang sangat baik di semua bidang, termasuk kolaborasi di sektor pertahanan. Kami telah melatih para perwira Angkatan Bersenjata Indonesia, dan kami akan terus meningkatkan kerja sama bilateral di sektor pertahanan," ucapnya.
Selain itu, Zahid juga menyampaikan harapan besar Pakistan terhadap peran Indonesia dalam forum Developing Eight (D8). Ia menegaskan kesiapan Pakistan untuk mendukung penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D8 mendatang di Indonesia.
“Dan kami berharap dapat bekerja sama dengan Indonesia untuk kesuksesan KTT mendatang di Indonesia, dan juga untuk kesuksesan D8 sebagai organisasi kerja sama di antara delapan negara berkembang,” tuturnya.
Editor: Redaktur TVRINews
