
Polisi anti-huru-hara mengerahkan meriam air terhadap anggota serikat pekerja yang melakukan aksi protes (Al Jazeera/Martin Cossarini)
Penulis: Fityan
TVRINews-Buenos Aires
Ribuan demonstran turun ke jalan di Buenos Aires menolak kebijakan pengetatan hak buruh yang diusulkan Presiden Javier Milei.
Ibu kota Argentina, Buenos Aires, berubah menjadi medan ketegangan pada Rabu waktu setempat saat ribuan pengunjuk rasa terlibat bentrok dengan aparat kepolisian.
Eskalasi massa dipicu oleh penolakan keras terhadap paket reformasi ketenagakerjaan yang tengah digodok oleh pihak Senat.
Aksi yang diinisiasi oleh berbagai serikat pekerja ini bertujuan untuk menentang kebijakan Presiden Javier Milei yang dinilai akan membatasi hak mogok kerja dan memangkas berbagai tunjangan karyawan.
Eskalasi di Jantung Ibu Kota
Demonstrasi yang awalnya berlangsung damai berubah menjadi ricuh di pusat kota. Pasukan keamanan mengerahkan meriam air (water cannon), peluru karet, hingga gas air mata untuk membubarkan kerumunan.
Di sisi lain, sejumlah pengunjuk rasa membalas dengan melempar bom molotov, batu, dan botol ke arah barikade polisi.

Konfederasi Umum Tenaga Kerja (CGT), koalisi serikat buruh utama yang mengorganisir aksi tersebut, memberikan pernyataan tegas bahwa reformasi ini merupakan ancaman langsung bagi kesejahteraan kelas pekerja.
"Ini bukan modernisasi. Ini adalah bentuk penghematan paksa yang dibebankan di pundak para pekerja," tulis pernyataan resmi CGT.
Visi Pasar Bebas vs Hak Pekerja
Presiden Javier Milei, yang dikenal dengan haluan libertarian, berargumen bahwa perubahan regulasi sangat krusial untuk menciptakan ekosistem pasar bebas dan menarik investasi asing. Reformasi ini mencakup poin-poin kontroversial, seperti:
• Mempermudah prosedur pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi perusahaan.
• Pengurangan uang pesangon.
• Pembatasan peran serikat buruh dalam proses tawar-menawar kolektif.
Senator Patricia Bullrich, mantan menteri keamanan yang kini berada di kubu pemerintah, mendukung penuh langkah ini.
Menurutnya, pasar tenaga kerja Argentina saat ini berada dalam kondisi yang tidak seimbang dan terlalu terbebani oleh proses hukum yang berbelit-belit.
Latar Belakang Krisis
Kemenangan Milei pada pemilu 2023 dipicu oleh kemarahan publik terhadap inflasi yang meroket dan stagnasi ekonomi di bawah pemerintahan Peronis sebelumnya. Dengan simbol ikonik "gergaji mesin", Milei menjanjikan pemangkasan belanja publik secara drastis.

Namun, langkah-langkah penghematan (austerity) yang diambil pemerintahannya kini menghadapi tantangan besar di lapangan.
Para kritikus memperingatkan bahwa kebijakan ini justru berisiko memperparah angka kemiskinan di lapisan masyarakat terbawah Argentina, di tengah upaya ambisius pemerintah untuk menstabilkan ekonomi nasional.
Editor: Redaksi TVRINews
