
Mengapa Trump Targetkan 3 Situs Nuklir Iran?
Penulis: Fityan
TVRINews – Teheran
Fordo Jadi Target Utama, Serangan AS Ikuti Serangan Israel ke Natanz dan Isfahan—Teheran Ancam Balasan Besar
Dunia kembali dihadapkan pada potensi eskalasi konflik besar setelah mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa militer AS telah melancarkan serangan langsung ke tiga situs nuklir strategis Iran, yakni Natanz, Fordo, dan Isfahan. Pernyataan ini datang menyusul serangan awal Israel ke wilayah Iran pada 13 Juni lalu, yang telah memicu rentetan serangan balasan antar kedua negara.
Trump, dalam pidatonya, menyebut serangan tersebut sebagai “sangat sukses” dan menegaskan bahwa Fordo, situs pengayaan uranium bawah tanah Iran yang sangat dijaga ketat, menjadi target utama dari operasi militer AS.
“Kami telah menyerang tiga situs utama yang digunakan Iran untuk pengayaan uranium. Operasi ini penting untuk menghentikan ancaman pembangunan bom nuklir,” ujar Trump.
Kantor berita resmi Iran, IRNA, mengonfirmasi bahwa telah terjadi serangan udara pada Minggu dini hari di tiga lokasi tersebut. Akbar Salehi, Wakil Gubernur Isfahan untuk urusan keamanan, membenarkan serangan di sekitar Isfahan dan Natanz. Seorang pejabat lainnya mengonfirmasi serangan terhadap situs bawah tanah Fordo.
Mengapa Fordo, Natanz, dan Isfahan Sangat Vital bagi Iran?
Situs Fordo, yang terletak 100 km barat daya Teheran, dikenal sebagai fasilitas yang dibangun di bawah gunung dan dilindungi sistem anti-pesawat. Menurut pengamat militer, hanya “bunker buster” seperti bom GBU-57 A/B milik AS yang mampu menembus lokasi ini—yang berarti keterlibatan militer AS bukan sekadar dukungan teknis.
Sementara itu, Natanz merupakan pusat utama pengayaan uranium Iran, tempat uranium telah diperkaya hingga 60 persen, hanya satu langkah dari tingkat senjata. Menurut International Atomic Energy Agency (IAEA), serangan Israel sebelumnya telah merusak sebagian besar sentrifugal di sana, namun kini serangan lanjutan dari AS diyakini menyasar bagian bawah tanahnya.
Isfahan, yang menjadi rumah bagi ribuan ilmuwan nuklir Iran dan fasilitas konversi uranium, juga mengalami kerusakan akibat serangan yang diklaim diarahkan oleh Israel dan AS secara terpisah. IAEA menyatakan bahwa tidak ada peningkatan radiasi yang terdeteksi sejauh ini.
Eskalasi Berbahaya: AS Langsung Terlibat, Iran Bersiap Balas :
Sebelumnya, AS hanya memberikan bantuan pertahanan kepada Israel dalam menghadapi serangan drone dan rudal dari Iran. Namun, serangan langsung ke jantung program nuklir Iran oleh AS menjadi titik balik keterlibatan militer Washington.
Ketegangan meningkat karena negosiasi antara AS dan Iran soal pencabutan sanksi dan pembatasan program nuklir sempat menunjukkan harapan sebelum serangan ini terjadi. Kini, jalan diplomasi tampak runtuh di tengah dentuman bom.
Iran hingga saat ini belum merinci langkah balasan atas serangan terbaru ini. Namun, respon keras dari Teheran dipastikan akan memperdalam konflik yang telah melibatkan dua kekuatan besar kawasan dan kini langsung menyentuh Amerika Serikat.
Editor : Redaksi TVRINews
Baca Juga: Trump Serang Iran, PBB Peringatkan Dunia di Ambang Perang
Editor: Redaksi TVRINews
