
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Tehran
Sejumlah negara di kawasan Teluk melaporkan berhasil mencegat gelombang terbaru serangan rudal balistik dan drone yang diluncurkan Iran pada Minggu, 1 Maret 2026 pagi waktu setempat.
Meski sebagian besar ancaman berhasil dinetralisasi, insiden tetap menimbulkan korban luka dan kerusakan terbatas.
Berawal dari Bahrain, pemerintah setempat melaporkan sistem pertahanan udara negara itu berhasil mencegat dan menghancurkan gelombang baru rudal balistik serta drone Iran.
Pejabat negara Bahrain pun menyebut 'puing terbatas' jatuh di beberapa wilayah. Tidak ada laporan korban jiwa dalam pernyataan awal tersebut.
Kemudian dari Kuwait juga melaporkan sistem pertahanan udara negara itu berhasil menangkis 'sejumlah target udara bermusuhan' pada Minggu pagi.
Menurut Kementerian Pertahanan Kuwait, target-target tersebut dicegat di wilayah selatan negara itu. Sejauh ini tidak ada laporan korban, sebagaimana diberitakan media lokal.
Sementara itu, Qatar melaporkan seorang perempuan dan anaknya mengalami luka-luka setelah sebuah drone yang dicegat sistem pertahanan udara Persatuan Emirat Arab (PEA) jatuh dan menghantam sebuah gedung di kompleks Union Towers, Abu Dhabi.
Kementerian Pertahanan Qatar menyatakan jet tempur dan sistem pertahanan udaranya berhasil menghadapi drone dan rudal yang diluncurkan Iran.
Insiden di Abu Dhabi menunjukkan, meski sistem pertahanan mampu mencegat ancaman, puing atau objek yang jatuh tetap berisiko bagi warga sipil.
Eskalasi terbaru ini memperlihatkan meningkatnya ketegangan regional, dengan negara-negara Teluk meningkatkan kewaspadaan dan mengaktifkan sistem pertahanan udara mereka secara penuh.
Editor: Redaksi TVRINews
