
Foto: BBC News
Penulis: Fityan
TVRINews, Teheran – Tel Aviv
Serangan balasan Iran ke jantung Israel menewaskan 8 orang. Israel bersumpah tak akan deeskalasi hingga program nuklir Iran dihentikan. Negosiasi AS-Iran diambang kehancuran.
Konflik bersenjata antara Iran dan Israel telah memasuki hari keempat dan terus menunjukkan eskalasi yang mengkhawatirkan. Dalam serangan terbaru yang diluncurkan Iran pada Senin dini hari waktu setempat, delapan orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat hantaman rudal dan drone di wilayah Israel tengah, demikian laporan dari layanan darurat nasional Israel, Magen David Adom.
Serangan tersebut merupakan respons atas gelombang serangan udara Israel sejak Jumat, yang menargetkan fasilitas nuklir, lokasi militer, hingga area permukiman di Iran. Kementerian Kesehatan Iran melaporkan sebanyak 224 orang telah tewas akibat agresi Israel dalam empat hari terakhir.
Sebelumnya serangan udara Israel menewaskan kepala intelijen angkatan bersenjata Iran. Sementara itu, citra satelit terbaru dari Planet Labs PBC menunjukkan landasan pacu di Pangkalan Udara Tabriz hancur total akibat serangan Israel, membuatnya tak dapat digunakan dalam waktu dekat.
Di tengah situasi yang memanas, Presiden AS Donald Trump mengaku bahwa "pembicaraan dan pertemuan sedang berlangsung" untuk meredakan ketegangan, namun Iran menolak tawaran negosiasi selama masih berada di bawah serangan.
Baca Juga: Presiden Prabowo Tiru Singapura: Satu Juta Rumah Murah Dikebut 2025!
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghai, menegaskan bahwa negosiasi menjadi “tidak berarti” jika AS tidak mengecam aksi militer Israel. Ia juga memperingatkan bahwa bila parlemen Iran memutuskan untuk keluar dari Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT), keputusan itu akan “mengikat”.
“Isu di sini bukan deeskalasi, tapi bagaimana menghentikan Iran dari memiliki senjata nuklir,” tegas Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, memperjelas bahwa Israel tidak akan menghentikan serangan sampai program nuklir Iran benar-benar dibatalkan.
Editor: Redaktur TVRINews
