
Foto : AP News
Penulis: Fityan
TVRINews – Gaza, Palestina
Saat Gaza Terkepung dan Bantuan Terbatas, Aktivitas Pasar Jalanan Masih Hidup—Namun, Siapa yang Mampu Beli?
Di tengah penderitaan, masih ada aktivitas ekonomi yang bertahan. Seorang pedagang Palestina memajang barang dagangannya di pasar jalanan Kota Gaza, Rabu, 23 Juli 2025, seperti yang terekam dalam jepretan foto jurnalis AP, Jehad Alshrafi.
Pemandangan itu kontras dengan kenyataan tragis yang dialami sebagian besar warga Gaza saat ini: kelaparan, kelangkaan bahan pangan, dan harga kebutuhan pokok yang melambung drastis. Di balik keramaian pasar, terselip kenyataan pahit tidak semua warga mampu membeli.
Kondisi ini terjadi di tengah runtuhnya sistem distribusi bantuan kemanusiaan. Organisasi internasional seperti PBB dan World Food Programme (WFP) mengakui bahwa distribusi bantuan ke Gaza kini terganggu akibat krisis keamanan dan kekacauan di lapangan. Banyak bantuan makanan yang seharusnya gratis justru beredar di pasar-pasar dengan harga yang tak masuk akal.
“Tepung berlogo PBB kini dijual hampir 1 juta rupiah per kilogram. Ini bukan sekadar krisis, ini bencana kemanusiaan,” ujar salah satu relawan organisasi bantuan internasional kepada AP News, yang meminta namanya dirahasiakan.
Meskipun pasar masih beroperasi, aktivitas ekonomi hanya dinikmati oleh segelintir orang yang masih memiliki akses terhadap uang atau jaringan distribusi. Sisanya, hanya bisa melihat dari balik puing-puing rumah atau tenda pengungsian, menanti bantuan yang sering tak sampai.
Editor: Redaktur TVRINews
