Penulis: Fityan
TVRINews – Washington DC
Ketegangan meningkat setelah AS beri ultimatum 48 jam untuk membuka Selat Hormuz.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan peringatan keras terhadap Teheran di tengah eskalasi krisis Timur Tengah yang kian memanas.
Melalui pernyataan di platform Truth Social, Trump menegaskan akan meluncurkan serangan masif terhadap infrastruktur energi Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka sepenuhnya dalam waktu 48 jam.
“Jika Iran tidak sepenuhnya membuka Selat Hormuz tanpa ancaman dalam waktu 48 jam dari sekarang, Amerika Serikat akan menyerang dan melenyapkan berbagai pembangkit listrik mereka, dimulai dari yang terbesar,” tulis Trump dalam unggahannya Sabtu 21 maret 2026 malam waktu setempat, atau minggu 22 Maret 2026 pagi WIB.
Ancaman ini muncul menyusul rangkaian konfrontasi militer di kawasan tersebut. Sebelumnya, serangan rudal Iran dilaporkan menghantam wilayah Israel selatan, termasuk kota Dimona dan Arad.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menggambarkan situasi ini sebagai "malam pertempuran yang sulit" setelah puluhan warga sipil dilaporkan terluka dan infrastruktur kota mengalami kerusakan berat.
Eskalasi Serangan Udara
Hingga saat ini, operasi militer yang melibatkan pasukan AS dan Israel dilaporkan terus berlanjut di sejumlah titik strategis di Iran.
Serangan udara telah menyasar Teheran, Karaj, Isfahan, hingga Natanz. Organisasi Energi Atom Iran mengonfirmasi bahwa fasilitas nuklir Natanz turut menjadi target dalam gelombang serangan tersebut.
Di sisi lain, ketegangan diplomatik juga pecah di wilayah Teluk. Arab Saudi telah menetapkan sejumlah staf kedutaan Iran, termasuk atase militer, sebagai persona non grata.
Mereka diperintahkan untuk meninggalkan negara tersebut dalam waktu 24 jam sebagai respons atas agresi Teheran yang terus berlanjut di kawasan Teluk.
Reaksi Global dan Tuduhan Teror
Inggris, bersama sejumlah negara Eropa dan sekutu Teluk seperti Uni Emirat Arab dan Bahrain, secara resmi mengecam tindakan Iran yang menargetkan kapal-kapal komersial dan infrastruktur vital.
London bahkan menuduh Iran telah meluncurkan rudal balistik ke arah pangkalan gabungan AS-Inggris di Diego Garcia, Samudra Hindia.
Meski demikian, pihak Inggris menyatakan serangan tersebut gagal mencapai target. Menanggapi tuduhan itu, seorang pejabat senior Iran melalui Al Jazeera membantah keterlibatan negaranya dalam serangan ke Diego Garcia.
Hingga berita ini diturunkan, komunitas internasional terus memantau tenggat waktu 48 jam yang ditetapkan Washington, di mana kegagalan diplomasi dikhawatirkan akan memicu perang terbuka yang lebih luas di koridor energi paling krusial di dunia tersebut.
Editor: Redaktur TVRINews
