
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Ottawa
Sejak berabad-abad lalu, Indonesia telah memegang peran penting dalam percaturan dunia. Pada abad ke-7 hingga ke-15, kejayaan Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Majapahit menjadikan Nusantara sebagai kekuatan utama di Asia Tenggara.
Posisi strategis itu dinilai terus berlanjut hingga era modern. Hal tersebut disampaikan Senator Kanada dari British Columbia Yuen Pau Woo saat menyoroti pentingnya Indonesia dalam tatanan global.
Ia berbicara dalam pertemuan di Gedung Senat Kanada, Ottawa, Rabu, 15 April 2026, dalam pembahasan implementasi Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA).
Menurutnya, Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berpotensi memainkan peran yang semakin besar di panggung internasional.
“Indonesia adalah negara terbesar keempat di dunia berdasarkan populasi dan negara mayoritas Muslim terbesar. Sejak kemerdekaan pada 1945, Indonesia telah menjadi negara berpengaruh dalam urusan internasional. Di bawah Presiden Prabowo Subianto, tampaknya negara ini siap memainkan peran yang lebih penting lagi di tahun-tahun mendatang,” ujar Pau Woo dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Jumat, 24 April 2026.
Ia menambahkan Indonesia kini telah menjadi anggota penuh BRICS sejak 2025, serta satu-satunya perwakilan tetap Asia Tenggara di G20.
Dalam konteks global, Indonesia dinilai aktif mendorong reformasi tata kelola internasional, termasuk di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), World Trade Organization (WTO), serta lembaga keuangan seperti IMF dan Bank Dunia.
Indonesia juga mendorong peningkatan representasi negara berkembang dalam pengambilan keputusan global.
“Di PBB, Indonesia adalah pendukung reformasi Dewan Keamanan dan pengakuan terhadap dunia yang lebih multipolar. Di WTO, Indonesia memimpin Kelompok 33 yang fokus pada produsen pertanian skala kecil di negara berkembang,” ucap Pau Woo.
Di kawasan regional, Indonesia merupakan salah satu pendiri ASEAN dan kerap dipandang sebagai pemimpin tidak resmi organisasi tersebut, dengan sekretariat yang berbasis di Jakarta.
Bagi Kanada, Indonesia dinilai bukan sekadar pasar potensial, melainkan juga pintu masuk menuju kawasan Asia Tenggara yang semakin strategis di abad ke-21.
Karena itu, Pau Woo menekankan pentingnya memperkuat hubungan bilateral melalui perjanjian ICA-CEPA. Menurutnya, kerja sama ini bukan hanya soal perdagangan, tetapi juga bagian dari upaya Kanada membangun kebijakan luar negeri yang lebih independen.
“Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya sering disebut sebagai negara penentu dalam tatanan internasional. Sudah sepatutnya kita mencari peluang untuk bersekutu dengan negara-negara tersebut dalam isu-isu penting bagi kedua pihak,” tutur Pau Woo.
Editor: Redaktur TVRINews
