
Foto: REUTERS
Penulis: Intan Kw
TVRINews, Jakarta
Markas besar Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di Yerusalem Timur sudah menjadi sasaran pembakaran warga Israel.
Komisaris Jenderal UNRWA, Philippe Lazzarini mengatakan, warga Israel sudah dua kali mencoba membakar pagar pembatas markas.
“Malam ini, warga Israel dua kali membakar perimeter Markas Besar UNRWA di Yerusalem Timur yang diduduki,” tulis Lazzarini dalam akun X, Jumat, 10 Mei 2024.
Lazzarini mengatakan tidak ada korban jiwa dalam aksi pembakaran tersebut, namun telah menyebabkan kerusakan parah di area luar ruangan.
"Ini merupakan perkembangan yang keterlaluan. Sekali lagi, nyawa staf PBB adalah dalam bahaya serius," ucapnya.
"Ini adalah tanggung jawab Israel sebagai negara yang menduduki daerah itu memastikan personel dan fasilitas PBB dilindungi setiap saat," lanjutnya.
Karena serangan tersebut, Lazzarini memutuskan untuk menutup markas besar mereka di Yerusalem Timur.
"Saya telah mengambil keputusan untuk menutup kompleks kami sampai keamanan pulih kembali," tegasnya.
Sebagai informasi, UNRWA didirikan untuk mengurusi pengungsi Palestina yang kehilangan tempat tinggal karena perang pada 1948. Sepanjang itu pula, penduduk Palestina kerap menjadi target Israel.
Baca Juga: Sindir Joe Biden, Dubes Zuhair: Semoga AS Akui Palestina Sebagai Negara
Editor: Redaktur TVRINews
