
Kay Bailey Hutchison Convention Center di pusat kota Dallas akan menjadi Pusat Penyiaran Internasional (IBC) untuk Piala Dunia FIFA 2026 (Foto: IBC Dallas)
Penulis: Fityan
TVRINews - Dallas, AS
FIFA siapkan pusat penyiaran di Dallas dan sistem akreditasi ketat bagi jurnalis global.
Persiapan logistik dan teknologi untuk peliputan media pada Piala Dunia FIFA 2026 resmi memasuki fase krusial.
Turnamen terbesar dalam sejarah yang melibatkan 48 tim dan 104 pertandingan ini menuntut koordinasi keamanan serta kecanggihan teknologi berskala masif di tiga negara tuan rumah: Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.

(Kay Bailey Hutchison Convention Center akan berfungsi sebagai pusat resmi bagi operasional media penyiaran global (Foto: IBC Dallas))
Pusat konvensi di Dallas telah ditetapkan sebagai International Broadcast Centre (IBC). Lokasi ini akan menjadi pusat saraf bagi ribuan jurnalis dan pemegang hak siar internasional dalam mendistribusikan konten ke seluruh penjuru dunia.
Pendaftaran Akreditasi dan Kuota
Proses akreditasi media untuk jurnalis tulis, daring, serta radio dan televisi non-pemegang hak siar resmi dibuka pada hari ini, 26 Januari 2026.
Berdasarkan regulasi FIFA, proses ini akan berlangsung hingga 31 Maret 2026 dengan sistem kuota yang didistribusikan melalui asosiasi sepak bola nasional di masing-masing negara anggota.
Langkah ini diambil untuk memastikan distribusi akses yang adil, mengingat besarnya minat peliputan pada turnamen yang bertepatan dengan peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat tersebut.
Inovasi Teknologi dan Keamanan Pers
Peliputan tahun ini diprediksi akan mengubah lanskap jurnalisme olahraga melalui integrasi kecerdasan buatan (AI) serta alat Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR).
Media besar seperti Telemundo bahkan telah menyiapkan sekitar 2.000 personel untuk memproduksi konten selama 24 jam penuh di 16 kota penyelenggara.
Namun, di balik kecanggihan teknologi, isu keselamatan jurnalis tetap menjadi sorotan utama. Organisasi Reporters Without Borders (RSF) menekankan pentingnya jaminan kebebasan pers dan keamanan fisik bagi awak media.
"Pemerintah tuan rumah dan FIFA harus menjamin akses bebas serta keselamatan bagi personel media di tengah tantangan logistik lintas batas," ungkap perwakilan advokasi dalam laporannya.
Sorotan pada Hak Asasi Manusia
Sisi humanis dan edukasi juga menjadi pilar persiapan tahun ini. Melalui inisiatif "Generation 2026: Youth Media Forward", Centre for Sport and Human Rights (CSHR) melatih 40 reporter muda di kota-kota tuan rumah.
Program ini bertujuan membekali jurnalis masa depan dengan kemampuan melaporkan persinggungan antara hak asasi manusia dan industri olahraga.
Penyesuaian Jadwal untuk Penonton Global
Mengingat perbedaan waktu yang mencapai sembilan jam dengan wilayah Eropa, FIFA tengah mempertimbangkan penyesuaian jadwal sepak mula (kick-off).
Beberapa pertandingan berpotensi digeser ke jam yang lebih awal dan dilaksanakan di kota-kota dengan iklim lebih sejuk atau stadion tertutup demi kenyamanan pemain dan audiens global.
Di Asia, tren industri menunjukkan pergeseran strategi di mana FIFA mulai mengelola penjualan hak siar secara mandiri. Di Indonesia, lembaga penyiaran publik TVRI telah mengamankan hak siar untuk memastikan akses tontonan bagi jutaan penggemar sepak bola di tanah air.
Editor: Redaksi TVRINews
