
Penulis: Rifiana Seldha
TVRINews, Amerika Serikat
Amerika Serikat secara resmi mengakhiri keanggotaannya di Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), dengan tuduhan bahwa badan kesehatan global tersebut gagal menjalankan mandatnya, khususnya dalam menangani pandemi COVID-19.
Keputusan itu diumumkan pada Kamis, 22 Januari 2026, melalui pernyataan bersama Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Robert F. Kennedy Jr. Langkah tersebut merupakan realisasi janji Presiden Donald Trump yang diteken pada hari pertama masa jabatannya melalui Executive Order 14155.
Pemerintah AS menilai WHO telah melakukan serangkaian kegagalan selama pandemi COVID-19 yang berdampak langsung pada keselamatan warga Amerika. Dalam pernyataan resminya, pemerintah AS menyebut pengunduran diri ini sebagai upaya untuk “membebaskan diri dari berbagai batasan” yang selama ini membelenggu kebijakan kesehatan nasional.
“Amerika Serikat hari ini menarik diri dari WHO sebagai respons atas kegagalan organisasi tersebut selama pandemi COVID-19 dan untuk memperbaiki dampak buruk yang ditimbulkan terhadap rakyat Amerika. Janji ditepati,” demikian pernyataan bersama tersebut.
AS juga menuding WHO telah menyimpang dari misi utamanya dan justru menjalankan agenda birokratis dan politis yang dinilai bertentangan dengan kepentingan nasional Amerika Serikat. Padahal, AS merupakan salah satu pendiri WHO sekaligus kontributor keuangan terbesar selama puluhan tahun.
Menurut Washington, WHO gagal berbagi informasi penting secara cepat dan akurat pada fase awal pandemi, yang seharusnya dapat menyelamatkan banyak nyawa. Kegagalan tersebut, kata AS, kemudian ditutupi dengan dalih bertindak demi “kepentingan kesehatan publik”.
Pemerintah AS bahkan menuding adanya pengaruh politik dari negara-negara yang dianggap bermusuhan dengan kepentingan Amerika, yang membuat WHO tidak lagi netral dan independen dalam mengambil keputusan.
Ketegangan antara AS dan WHO juga disebut masih berlangsung hingga detik-detik terakhir keanggotaan AS. Dalam pernyataan itu, AS menuding WHO menolak menyerahkan bendera Amerika yang selama ini berkibar di depan markas organisasi tersebut di Jenewa, serta mengklaim bahwa AS masih memiliki kewajiban kompensasi.
“Bahkan di hari terakhir kami, penghinaan terhadap Amerika terus berlanjut,” bunyi pernyataan tersebut.
Pemerintah AS menegaskan, mulai saat ini seluruh pendanaan dan penugasan personel AS dalam program-program WHO dihentikan sepenuhnya. Keterlibatan AS dengan WHO ke depan akan dibatasi hanya untuk menyelesaikan proses penarikan diri dan memastikan perlindungan kesehatan warga Amerika.
Meski keluar dari WHO, Washington menegaskan tetap berkomitmen memimpin upaya kesehatan global melalui jalur lain. AS menyatakan akan mengedepankan kerja sama bilateral dan kemitraan langsung yang dinilai lebih transparan, efektif, dan berorientasi pada hasil nyata.
“Amerika Serikat akan terus memimpin dunia dalam kesehatan publik, melindungi rakyatnya dari ancaman penyakit menular, serta memperkuat keamanan kesehatan global melalui kemitraan langsung yang berbasis hasil, bukan melalui birokrasi WHO yang gemuk dan tidak efisien,” tegas pernyataan tersebut.
Pemerintah AS menyebut pengunduran diri ini sebagai bentuk koreksi atas apa yang mereka sebut sebagai ketidakadilan, konflik kepentingan, dan stagnasi birokrasi yang membuat WHO “tak lagi bisa diperbaiki”.
“Pengunduran diri ini kami lakukan untuk mereka yang kehilangan nyawa sendirian di panti jompo, bagi usaha kecil yang hancur akibat pembatasan yang dipengaruhi WHO, dan bagi kehidupan warga Amerika yang rusak akibat kelambanan organisasi ini,” bunyi pernyataan itu.
Sementara itu, langkah AS keluar dari WHO sebenarnya telah diproses selama setahun terakhir. Pemerintahan Trump sebelumnya telah menghentikan pendanaan, menarik seluruh pejabat AS dari WHO, serta mengalihkan kerja sama kesehatan global ke pendekatan bilateral dengan negara atau lembaga lain.
Namun, WHO menyatakan bahwa pengunduran diri AS masih menyisakan persoalan administratif. Menurut WHO, AS masih memiliki tunggakan iuran keanggotaan tahun 2024 dan 2025 yang nilainya mencapai sekitar 260 juta dolar AS.
Atas tunggakan tersebut, WHO berencana membahas keabsahan pengunduran diri AS dalam rapat organisasi yang dijadwalkan berlangsung pada Februari mendatang.
Selain menarik diri dari WHO, Presiden Trump juga kembali mengumumkan keputusan AS untuk keluar dari Kesepakatan Paris terkait perubahan iklim, mengulang kebijakan serupa yang pernah ia ambil pada masa jabatan pertamanya.
Editor: Redaktur TVRINews
