
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer (Kanan) dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Foto: The Guardian)
Penulis: Fityan
TVRINews – London, Inggris
Ketegangan meningkat di Timur Tengah setelah ancaman serangan terhadap infrastruktur energi Iran dan perluasan operasi militer Israel.
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan telah mencapai kesepakatan krusial mengenai stabilitas maritim global.
Dalam pembicaraan telepon yang berlangsung Minggu 22 maret 2026 malam waktu setempat, kedua pemimpin menekankan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz adalah langkah "esensial untuk memulihkan pelayaran global."
Langkah diplomatik ini diambil menyusul pernyataan keras Presiden Trump di akhir pekan. Ia sempat mengancam akan "melenyapkan" pembangkit listrik Iran jika jalur perairan tersebut tidak segera dibuka dalam waktu 48 jam.
Selat Hormuz merupakan urat nadi energi dunia, di mana hampir seperlima konsumsi minyak global melintasi jalur sempit tersebut setiap harinya.
Respons Teheran dan Risiko Energi
Menanggapi tekanan internasional, pihak Teheran menyatakan bahwa wilayah perairan tersebut tetap terbuka bagi publik, namun dengan catatan tegas.
"Selat ini terbuka untuk semua, kecuali bagi mereka yang melanggar tanah kami," tegas otoritas Iran dalam pernyataan resminya.
Iran juga memperingatkan kesiapannya untuk menutup akses jalur tersebut secara "total" jika infrastruktur energi mereka menjadi sasaran serangan militer.
Ancaman penutupan ini dipandang para analis sebagai risiko besar bagi stabilitas harga minyak dunia dan rantai pasok energi internasional.
Eskalasi Militer di Lapangan
Di saat diplomasi tingkat tinggi berlangsung, situasi keamanan di darat justru semakin memanas.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengonfirmasi bahwa mereka bersiap untuk memperluas cakupan operasi militer di Lebanon.
IDF memprediksi akan menghadapi "beberapa minggu pertempuran lagi" melawan kekuatan Iran dan kelompok Hizbullah.
Intensitas serangan udara juga dilaporkan meningkat. Layanan darurat mencatat satu orang tewas dan lebih dari 160 lainnya mengalami luka-luka akibat hantaman rudal Iran ke wilayah Israel dalam 24 jam terakhir.
Kombinasi antara kebuntuan di jalur laut strategis dan meningkatnya eskalasi serangan udara ini menempatkan kawasan Timur Tengah dalam posisi paling rawan dalam beberapa dekade terakhir Kutip BBC News.
Fokus komunitas internasional kini tertuju pada apakah diplomasi London-Washington mampu meredam ketegangan sebelum gangguan permanen pada ekonomi global terjadi.
Editor: Redaktur TVRINews
