TVRINews – Bangkok, Tailan
Setiba dari Laut Tengah, USS Abraham Lincoln Bersandar Lima Hari di Laem Chabang
Kapal induk bertenaga nuklir milik Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, bersandar di Pelabuhan Laem Chabang, Tailan, sejak Rabu 14 hingga Sabtu 17 Oktober 2026.
Kedatangan kapal tempur ini mengakhiri masa tugas panjang selama 286 hari berlayar di laut lepas, termasuk pengerjaan misi tempur dan pemblokiran di kawasan Timur Tengah.
Kunjungan yang dijadwalkan berlangsung hingga besok minggu 18 Oktober 2026 ini difokuskan sebagai agenda rehat dan pemulihan logistik (rest and recuperation) bagi sekitar 5.000 personel angkatan laut dan marinir di dalamnya.
Komandan Carrier Strike Group 3, Laksamana Muda Robert E. Loughran, menyatakan bahwa pengerahan operasi ini mencatatkan rekor sejarah baru bagi masa tugas armada laut AS di era modern.
"Kedatangan kami di Laem Chabang memberikan kesempatan yang sangat layak bagi para pelaut dan marinir kami untuk beristirahat serta mengisi ulang energi," ujar Loughran dalam keterangan resminya, dikutip dari Reuters.
"Apa yang telah dicapai armada tempur ini sungguh bersejarah. Saya sangat bangga atas profesionalisme luar biasa yang ditunjukkan oleh setiap anggota tim."
Kapal penjelajah berpeluru kendali USS Frank E. Petersen Jr. turut mendampingi pendaratan tersebut dengan berlabuh di kawasan Sri Racha, sekitar 10 kilometer dari lokasi kapal induk utama.
Kedatangan armada tempur terbesar AS ini disambut positif oleh otoritas lokal, khususnya Pemerintah Kota Pattaya, yang mengantisipasi dampak pertumbuhan ekonomi jangka pendek dari keberadaan ribuan personel militer AS.
Wali Kota Pattaya, Poramase Ngampiches, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan armada bus penjemput guna mengangkut para personel menuju pusat kota. Kendati demikian, otoritas keselamatan setempat tetap memberlakukan batasan aktivitas ketat bagi seluruh prajurit.
"Ada lokasi dan kegiatan tertentu yang dilarang untuk diikuti oleh para personel, seperti segala jenis olahraga air, jet ski, bungee jumping, hingga gulat dan tinju," tutur Poramase.
Guna menjaga ketertiban, kepolisian setempat meningkatkan patroli di titik-titik keramaian dan pusat hiburan malam. Pemerintah Tailan menegaskan bahwa persinggahan armada militer sekutu ini murni bagian dari komitmen kerja sama pertahanan bilateral yang telah terjalin sejak 1954, serta tidak berkaitan langsung dengan dinamika politik yang tengah berlangsung di kawasan Timur Tengah.










