
Para pengunjuk rasa menghadapi marinir dan pasukan Garda Nasional di luar gedung federal ( Foto : AP> News)
Penulis: Fityan
TVRINews – Los Angeles
Protes terhadap razia imigrasi memuncak, pengunjuk rasa hadang marinir dan Garda Nasional di pusat kota Los.
Suasana Hari Kemerdekaan Amerika Serikat berubah panas di pusat kota Los Angeles pada 4 juli 2025 lalu, saat ratusan pengunjuk rasa berhadapan langsung dengan pasukan marinir aktif dan Garda Nasional di luar sebuah gedung federal. Aksi ini merupakan bagian dari gelombang unjuk rasa menentang razia imigrasi oleh ICE (US Immigration and Customs Enforcement) yang dianggap menimbulkan teror bagi komunitas imigran.
Kini 700 Marinir dari 6.000 personel Garda Nasional yang diturunkan ke Los Angeles ditarik mundur . Pemerintah pusat di bawah Presiden Donald Trump sebelumnya mengklaim penempatan marinir merupakan langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan properti federal. Namun, pemerintah negara bagian California dan pejabat kota LA menyebut tindakan ini sebagai langkah "provokatif dan tidak proporsional".
“Ini penyalahgunaan personel militer. Marinir tidak seharusnya menjaga dua gedung perkantoran,” ujar Wali Kota Los Angeles Karen Bass dalam konferensi pers bersama kelompok veteran.
(Sumber: The Guardian, 21 Juli 2025)
Gubernur California, Gavin Newsom, juga mengecam langkah federal tersebut dalam pernyataan resminya:
“Trump memperkeruh situasi dengan mengerahkan pasukan terbaik negara untuk menghadapi rakyatnya sendiri.”
(Kutipan dari Kantor Gubernur California, via Twitter)
Konfrontasi pada 4 Juli terjadi tepat satu minggu sebelum Pentagon mengumumkan penarikan seluruh 700 marinir aktif dari kota ini. Sementara 2.000 pasukan Garda Nasional telah lebih dahulu ditarik karena situasi dianggap mulai stabil.
Menurut Sean Parnell, juru bicara utama Pentagon:
“Dengan stabilitas kembali ke Los Angeles, Sekretaris Pertahanan telah mengarahkan penarikan pasukan. Kehadiran mereka mengirim pesan jelas: pelanggaran hukum tidak akan ditoleransi.”
(Sumber: The Guardian)
Namun bagi banyak warga dan aktivis, kehadiran militer di kota mereka bukanlah simbol keamanan, melainkan intimidasi. Seorang veteran marinir yang kini menjabat sebagai wali kota di wilayah LA bahkan menyebut operasi ICE sebagai bentuk “perang psikologis terhadap warga sipil”.
Editor : Redaksi TVRI News
Editor: Redaksi TVRINews
