
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyampaikan pidato pada Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, Kamis, 22 Jan. 2026. (Foto: AP News/Markus Schreiber)
Penulis: Fityan
TVRINews-Davos, Swiss
Pejabat dari tiga negara dijadwalkan bertemu di Abu Dhabi untuk merundingkan penghentian perang.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengonfirmasi bahwa perwakilan dari Ukraina, Rusia, dan Amerika Serikat akan mengadakan pertemuan trilateral untuk pertama kalinya pada Jumat 23 Januari 2026 dan Sabtu 24 Januari 2026 ini.
Pertemuan yang akan berlangsung di Abu Dhabi tersebut menjadi langkah krusial dalam upaya Washington mempercepat berakhirnya invasi Rusia yang telah berlangsung selama hampir empat tahun.
Pengumuman ini disampaikan Zelenskyy usai melakukan pembicaraan dengan Presiden AS Donald Trump di sela-sela Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, Kamis 22 januari 2026.
Zelenskyy menyatakan bahwa draf jaminan keamanan bagi Ukraina telah difinalisasi, termasuk kesepakatan mengenai pemulihan ekonomi pasca-perang.
"Saya rasa ini adalah langkah yang baik," ujar Zelenskyy saat mendeskripsikan rencana negosiasi di Abu Dhabi sebagai "pertemuan trilateral pertama" yang melibatkan ketiga negara secara langsung.
Progres Signifikan di Meja Rundingan
Utusan khusus AS, Steve Witkoff, mengungkapkan bahwa negosiasi panjang antara Moskow dan Kyiv kini telah mencapai kemajuan besar. Menurutnya, poin perselisihan saat ini telah mengerucut pada satu isu terakhir yang dianggap dapat diselesaikan.
"Kami telah mendiskusikan berbagai iterasi dari isu tersebut, dan itu berarti masalah ini memiliki solusi," kata Witkoff saat berbicara di Davos. "Jika kedua belah pihak ingin menyelesaikan ini, maka kita akan menyelesaikannya."
Setelah dari Davos, Witkoff bersama Jared Kushner dilaporkan bertolak ke Moskow untuk bertemu Presiden Vladimir Putin sebelum melanjutkan perjalanan ke Abu Dhabi.
Di ibu kota Uni Emirat Arab tersebut, pembicaraan direncanakan berlanjut ke tingkat kelompok kerja "militer-ke-militer".
Tantangan di Tengah Optimisme
Meskipun Presiden Trump menyebut pertemuannya dengan Zelenskyy berlangsung "baik", ia tetap menekankan bahwa upaya perdamaian ini adalah sebuah "proses yang sedang berjalan." Trump kembali menegaskan pesannya kepada Putin bahwa perang harus segera dihentikan.
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menyambut baik upaya mediasi AS, namun ia memberikan catatan penting agar sekutu tidak lengah.
Rutte menekankan bahwa Ukraina tetap memerlukan bantuan militer selama serangan rudal dan drone Rusia masih berlanjut.
"Pembicaraan damai itu fantastis. Kami akan melakukan segalanya agar berhasil, tetapi itu tidak akan terjadi besok," tegas Rutte.
Poin Krusial yang Tersisa
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Kremlin mengenai pertemuan di Abu Dhabi tersebut.
Meski Witkoff menyebut hanya tersisa satu hambatan, Zelenskyy sebelumnya sempat mengisyaratkan dua isu fundamental yang masih menjadi ganjalan:
- Status Wilayah: Nasib jangka panjang wilayah yang diduduki Rusia dan tuntutan Moskow atas wilayah yang masih dikuasai Kyiv.
- Keamanan Energi: Kendali atas Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia yang saat ini berada di bawah pendudukan Rusia.
Zelenskyy juga terus mendesak agar Putin menghadapi tuntutan internasional dan mengkritik lambatnya penggunaan aset Rusia yang dibekukan untuk pertahanan Ukraina.
"Ini adalah tahun keempat perang terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II, dan orang yang memulainya masih bebas," pungkasnya.
Editor: Redaktur TVRINews
