
Foto: Dok. Vatican News
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Vatikan
Asap hitam terlihat mengepul dari cerobong asap di atas Kapel Sistina pada Rabu, 7 Mei 2025, pukul 21.00 waktu setempat, menandakan putaran pertama pemungutan suara dalam konklaf telah berlangsung namun belum menghasilkan terpilihnya seorang Paus baru.
Sekitar 45.000 umat berkumpul di Lapangan Santo Petrus untuk menyaksikan momen bersejarah tersebut. Mereka semula berharap pengumuman akan dilakukan sekitar pukul 19.00, namun harus menanti hingga dua jam kemudian untuk melihat isyarat dari cerobong.
Di antara kerumunan tersebut, hadir pula Diakon Nicholas Nkoronko dari Tanzania. Ia menyampaikan peran mereka adalah berdoa dan bergabung dengan umat Kristiani lainnya, untuk memohon bimbingan Roh Kudus dalam keseluruhan proses ini
“Dari mana pun asal Paus baru nantinya. Entah itu dari Afrika, Asia, atau Amerika, yang kita butuhkan adalah seorang Paus yang suci. Kita membutuhkan seorang Paus yang dapat menuntun Gereja dan menjadi gembala bagi umat,” kata Diakon Nkoronko yang dikutip tvrinews.com dari Vatican News, Kamis, 8 Mei 2025.
Rangkaian prosesi konklaf dimulai pada Rabu siang waktu setempat, ketika 133 kardinal pemilih memasuki Kapel Sistina di bawah naungan lukisan dinding karya Michelangelo. Upacara kuno ini secara resmi menandai dimulainya pemilihan Paus baru.
Pagi harinya, sekitar pukul 10.00, Kardinal Giovanni Battista Re, Dekan Dewan Kardinal, memimpin Misa Pro Eligendo Romano Pontifice di Basilika Santo Petrus.
Sekitar pukul 15.45, para kardinal berkumpul di Kapel Paulus dan memulai prosesi menuju Kapel Sistina. Mereka berjalan sesuai urutan kebalikan dari hierarki jabatan sambil melantunkan “Litani Para Kudus” dan himne “Veni Creator Spiritus”, memohon turunnya Roh Kudus.
Prosesi dipimpin oleh salib, diikuti oleh paduan suara, para imam pendamping, Sekretaris Konklaf, serta kardinal yang bertugas menyampaikan meditasi pembukaan setelah kapel ditutup. Para kardinal kemudian mengikuti sesuai dengan urutan, yakni diakon, imam, dan uskup, sementara Master of Ceremonies menutup barisan.
Setibanya di dalam Kapel Sistina, setiap kardinal meletakkan tangannya di atas Injil Suci dan mengucapkan sumpah kerahasiaan yang mengikat selama dan setelah konklaf.
“Demi pertolongan Allah dan Injil Suci ini yang kusentuh dengan tanganku,” demikian sumpah yang dilafalkan satu per satu.
Dengan seruan “Extra omnes” yang berarti “semua keluar” seluruh pihak non-esensial meninggalkan kapel. Setelah itu, Kardinal Raniero Cantalamessa menyampaikan renungan rohani, mengundang para kardinal memasuki ruang doa dan permenungan sebelum memulai proses.
Baca Juga: Misa “Pro Eligendo Pontifice” Digelar di Basilika Santo Petrus Jelang Pemilihan Paus Baru
Editor: Redaksi TVRINews
