
Kondisi Presiden Venezuela, Nicolás Maduro ketika tiba di New York
Penulis: Fityan
TVRINews – New York, Amerika Serikat
Presiden Trump umumkan kendali transisi sementara atas Venezuela pasca-operasi militer di Caracas.
Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, telah tiba di New York dalam status tahanan Amerika Serikat setelah operasi militer yang dijuluki "Operation Absolute Resolve" diluncurkan pada Sabtu 3 Januari 2026 Dini hari waktu setempat .

Langkah luar biasa ini menandai intervensi militer AS paling signifikan di Amerika Latin sejak era Perang Dingin.
Maduro bersama istrinya, Cilia Flores, mendarat di Stewart Air National Guard Base, New York, sebelum dipindahkan dengan helikopter menuju Manhattan.
Penangkapan ini menyusul dakwaan atas kasus narkotika dan kepemilikan senjata yang sebelumnya telah diajukan oleh Departemen Kehakiman AS terhadap pemimpin berusia 63 tahun tersebut.
Kronologi Operasi 'Absolute Resolve'
Presiden Donald Trump mengonfirmasi bahwa ia memberikan perintah langsung untuk memulai misi pada pukul 22:46 EDT. "Kami berkata: Jalan," ujar Trump dalam wawancara dengan Fox & Friends.
Operasi ini melibatkan lebih dari 150 pesawat, termasuk jet tempur dan pengebom, yang melumpuhkan sistem pertahanan udara dan infrastruktur strategis di Caracas.
Jenderal Dan Caine, perwira militer tertinggi AS, menyatakan bahwa misi tersebut merupakan hasil perencanaan matang selama berbulan-bulan. Pasukan khusus Delta Force bahkan membangun replika rumah aman Maduro untuk melatih rute penyerangan.
"Pasukan turun ke kompleks Maduro dan bergerak dengan kecepatan, presisi, dan disiplin tinggi," kata Caine. Meski sempat terjadi baku tembak di kediaman yang dibentengi secara ketat tersebut, otoritas AS melaporkan tidak ada personel militer mereka yang tewas.
Respons dan Kontroversi Internasional
Dari Florida, Trump memantau jalannya operasi melalui siaran langsung bersama Direktur CIA John Ratcliffe dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.
Trump menegaskan bahwa AS akan mengelola Venezuela hingga tercapainya transisi kekuasaan yang aman dan judisial.
Namun, tindakan ini memicu gelombang kecaman internasional. Presiden Brasil, Lula da Silva, menyebut penangkapan paksa ini sebagai "preseden yang sangat berbahaya bagi komunitas internasional.
"Di dalam negeri AS, pemimpin Senat dari Partai Demokrat, Chuck Schumer, mengkritik langkah Trump yang tidak mengonsultasikan aksi militer ini dengan Kongres terlebih dahulu.
Sementara itu, Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodríguez, melalui siaran televisi nasional menegaskan bahwa Maduro tetap merupakan satu-satunya presiden sah negara tersebut. Pemerintah Venezuela telah mendeklarasikan darurat nasional dan mengutuk apa yang mereka sebut sebagai "agresi militer yang sangat serius."
Masa Depan Venezuela
Analis internasional mulai mempertanyakan motif di balik operasi ini. Koresponden Tom Bateman mencatat adanya kekhawatiran bahwa intervensi ini bukan sekadar upaya pemulihan demokrasi, melainkan langkah strategis untuk menguasai kekayaan minyak Venezuela yang melimpah.
Saat ini, Caracas dilaporkan berada dalam kondisi gelap gulita setelah pemadaman listrik total yang diduga disengaja oleh pasukan AS untuk memfasilitasi serangan.
Maduro dijadwalkan akan segera menjalani proses hukum di pengadilan New York untuk menghadapi tuduhan memimpin kartel narkoba, tuduhan yang selama ini konsisten ia bantah.
Editor: Redaktur TVRINews
