
Foto: The Moscow Times
Penulis: Fityan
TVRINews - Moskow, Rusia
Dua hari setelah Rusia dinyatakan bertanggung jawab atas jatuhnya MH17, Putin dan Anwar bahas proyek gas, nuklir, dan penerbangan langsung
Presiden Rusia Vladimir Putin menyambut kedatangan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Kremlin pada kamis (15/5), dalam pertemuan yang menyoroti kerja sama ekonomi di tengah tekanan sanksi Barat. Pertemuan ini berlangsung hanya dua hari setelah badan penerbangan sipil PBB menyatakan Rusia bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 pada 2014 di wilayah udara Ukraina.
Meski suasana politik global sedang memanas, kedua pemimpin tetap menegaskan komitmen mempererat hubungan bilateral. Putin mengungkapkan bahwa diskusi mereka mencakup “seluruh spektrum isu bilateral dan internasional,” yang berujung pada “rencana konkret” untuk memperdalam kerja sama antara kedua negara.
“Kami sedang mempertimbangkan kemungkinan penerbangan langsung antara Rusia dan Malaysia,” ujar Putin, terlepas dari putusan Dewan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) yang membebankan tanggung jawab kepada Rusia atas tragedi MH17 yang menewaskan 298 orang, mayoritas warga negara Belanda dan Malaysia. Kutip Te Moscow Times
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyebut laporan ICAO sebagai upaya untuk menggagalkan kunjungan Anwar ke Moskow. Namun, lawatan tersebut tetap berlangsung dan difokuskan pada kerja sama ekonomi strategis.
Baca Juga: PM Albanese Puji Program MBG Prabowo di Istana Merdeka
Isu energi menjadi sorotan utama dalam pembicaraan, termasuk kemungkinan proyek bersama di sektor gas dan energi nuklir. Putin juga menyebutkan bahwa sesi berikutnya dari Komisi Ekonomi Antarpemerintah Rusia-Malaysia dijadwalkan berlangsung pada musim gugur tahun ini.
Di hari yang sama, Anwar juga bertemu dengan Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin. Dalam pertemuan tersebut, Mishustin menekankan adanya peluang kerja sama yang “sangat baik” di bidang energi, industri, transportasi, pertanian, dan ekonomi digital.
Anwar menyampaikan harapan untuk menembus hambatan sanksi demi memperkuat hubungan ekonomi. Ia juga mengapresiasi keberhasilan Rusia dalam beralih dari ketergantungan pangan impor menuju kemandirian pertanian—sebuah transformasi yang menurutnya patut dicontoh oleh Malaysia.
Kunjungan Anwar ke Rusia juga akan berlanjut ke Tatarstan, di mana ia dijadwalkan menghadiri forum “Dunia Islam-Rusia” pada akhir pekan ini. Dalam momen tersebut, ia secara resmi mengundang Presiden Putin untuk menghadiri KTT ASEAN yang akan digelar pada Oktober 2025 mendatang.
Lawatan ini mencerminkan bagaimana Malaysia berusaha menyeimbangkan hubungan diplomatiknya di tengah konstelasi geopolitik yang kompleks, dengan tetap membuka peluang kerja sama pragmatis meski dibayangi isu sensitif MH17.
Editor: Redaktur TVRINews
