
Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) terus memperkuat kerja sama strategis Indonesia–Australia di bidang pendidikan tinggi, riset, dan pengembangan talenta. Dimana, hal tersebut dibahas dalam pertemuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto dengan Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu, Siswo Pramono, di Gedung Kemdiktisaintek.
Pada pertemuan tersebut, difokuskan untuk keberlanjutan studi Indonesia di Australia serta perluasan mobilitas akademisi, peneliti, dan tenaga terampil Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global.
Menteri Brian Yuliarto menegaskan, bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci utama kemajuan bangsa.
Pemerintah, menurutnya, mendorong keterlibatan aktif perguruan tinggi dalam menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi unggul dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja internasional.
“Presiden Prabowo mengarahkan agar peningkatan kemampuan pekerja dilakukan secara konsisten, termasuk melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi. Kampus memiliki peran strategis dalam mencetak lulusan dengan keterampilan khusus yang siap bersaing secara global,” ujar Brian Yuliarto kutip Jumat, 6 Januari 2026.
Lebih lanjut, ia menuturkan jika salah satu fokus kerja sama Indonesia–Australia adalah penguatan pusat studi Bahasa Indonesia dan kajian keindonesiaan di Australia yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan aktivitas.
Melalui program pertukaran mahasiswa dan peneliti, serta skema kolaborasi akademik, sejumlah pusat studi tersebut diharapkan dapat terus dipertahankan dan dikembangkan.
“Kerja sama ini penting untuk memastikan studi tentang Indonesia di Australia tetap berkelanjutan dan relevan dengan perkembangan zaman,” kata Brian.
Selain itu, kedua negara juga membahas pembentukan forum kajian kebijakan Indonesia–Australia sebagai wadah dialog akademisi dan praktisi.
Brian mengatakan, jika forum ini dirancang untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan secara berkala terkait isu-isu strategis, mulai dari kohesi sosial, pluralisme, hingga tantangan global di bidang ekonomi, energi, dan teknologi.
Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu, Siswo Pramono, menyampaikan bahwa penguatan jejaring akademik dan riset akan memberikan manfaat jangka panjang bagi kedua negara.
“Forum kebijakan dan kolaborasi riset ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman bersama serta menghasilkan kebijakan yang berbasis pada kajian ilmiah,” ujar Siswo.
Di bidang ketenagakerjaan, lanjutnya pembahasan juga mencakup penyiapan tenaga kerja terampil Indonesia, seperti perawat, caregiver, dan tenaga teknis lainnya, melalui pelatihan dan sertifikasi di dalam negeri sebelum memasuki pasar kerja internasional.
“Skema ini menekankan kesiapan kompetensi, perlindungan tenaga kerja, dan keberlanjutan karier, sehingga tenaga kerja Indonesia dapat bersaing dan terlindungi di pasar global,” tukasnya
Editor: Redaktur TVRINews
