
Presiden Marcos pada saat jumpa pers pemangkasan pajak cukai LPG dan minyak tanah (FOTO: AFP)
Penulis: Fityan
TVRINews – Manila, Filipina
Presiden Filipina turunkan tarif cukai LPG dan minyak tanah menyusul kegagalan diplomasi Amerika Serikat-Iran.
Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr., secara resmi mengumumkan pemangkasan pajak cukai untuk komoditas Liquefied Petroleum Gas (LPG) dan minyak tanah guna meringankan beban ekonomi masyarakat.
Langkah ini diambil menyusul gejolak harga energi global yang dipicu oleh eskalasi konflik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.
Dalam konferensi pers yang digelar Senin 13 April 2026, Presiden Marcos mengungkapkan bahwa keputusan ini terpaksa diambil setelah upaya diplomasi internasional gagal mencapai kesepakatan damai.
"Kami mengharapkan hasil yang baik dari pembicaraan damai antara AS dan Iran, namun tampaknya mereka tidak mampu mencapai kesepakatan. Itulah sebabnya kami akan terus membantu rakyat kami," ujar Marcos yang di kutip AFP.
Intervensi Harga Domestik
Kebijakan ini merupakan implementasi dari wewenang hukum yang diberikan oleh legislatif kepada Presiden untuk menyesuaikan pajak cukai bahan bakar dalam situasi darurat.
Fokus pemerintah adalah menjaga daya beli masyarakat pada sektor energi primer yang digunakan sehari-hari.
Terhitung mulai hari ini selasa 14 April 2026, harga LPG yang merupakan bahan bakar utama memasak di Filipina akan turun sebesar 3,36 peso (5,6 sen AS) per kilogram.
Sementara itu, harga minyak tanah yang menjadi tumpuan keluarga berpenghasilan rendah akan mengalami penurunan sebesar 5,60 peso per liter.
Krisis Energi dan Inflasi Filipina saat ini menghadapi tantangan serius karena ketergantungan besar pada impor minyak mentah dari Timur Tengah.
Penutupan efektif Selat Hormuz oleh Iran telah memutus jalur distribusi utama ke kilang-kilang di Asia yang menyuplai kebutuhan domestik Filipina.
Data ekonomi pekan lalu menunjukkan tekanan inflasi yang mengkhawatirkan:
• Harga Diesel: Meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi sekitar 145 peso ($2,41) per liter sejak awal konflik.
• Inflasi Pangan: Laju kenaikan harga pangan pada bulan Maret tercatat dua kali lipat lebih cepat dibandingkan bulan sebelumnya.
Menanggapi situasi yang kian dinamis, Berdasarkan Laporan AFP hari ini selasa 14 April 2026, Presiden Marcos akan memimpin rapat komite krisis pemerintah .
Pertemuan tersebut akan membahas kemungkinan penyesuaian pajak cukai pada bensin dan diesel, dua komponen vital yang menggerakkan sektor transportasi publik.
"Kami telah mengurangi pajak pada produk minyak bumi yang digunakan langsung oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari mereka," tegas Marcos sebagai komitmen mitigasi dampak perang terhadap ekonomi domestik.
Editor: Redaksi TVRINews
