
Foto: ilustrasi/ unsplash
Penulis: Intan Kw
TVRINews, Jakarta
China menentang keras keputusan Jepang untuk membuang air yang telah terkontaminasi nuklir ke lautan. Menurut pemerintah China, Jepang telah mengabaikan kewajibannya di bawah hukum internasional termasuk Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS) dan juga telah mengabaikan keprihatinan dan penentangan dari masyarakat internasional karena bersikeras untuk mendorong rencana pelepasan tersebut.
“Ini sangat egois dan tidak bertanggung jawab,” kutipan pernyataan Pemerintah China dalam keterangan resminya, Senin, 3 Juli 2023.
Lebih jauh, China mengungkapkan bahwa sebagian besar anggota ASEAN merupakan negara maritim dan kesejahteraan masyarakatnya selalu terkait erat dengan lingkungan laut. Begitu air yang terkontaminasi nuklir dari Jepang dibuang ke laut, maka negara-negara di kawasan akan menjadi yang pertama terkena dampaknya.
“Kami mencatat bahwa beberapa negara dan kelompok di kawasan telah menyatakan keprihatinan yang besar dan menentang keras tindakan Jepang. Sebagai negara tetangga Jepang, China memiliki sentimen yang sama,” dijelaskan pemerintah China.
China juga mendesak Jepang untuk menanggapi secara serius keprihatinan yang sah dari negara-negara tetangga dan komunitas internasional, dan membuang air yang terkontaminasi nuklir dengan cara yang aman dan sesuai dengan kewajiban internasional, standar keamanan internasional, dan praktik baik internasional.
Sebagai informasi, saat ini ASEAN mendorong ASEAN Maritime Outlook. China dan ASEAN sedang menjajaki untuk membangun Kemitraan Ekonomi Biru dan kedua belah pihak sangat mementingkan kerja sama maritim. Semua itu harus dilandasi oleh lingkungan laut yang aman dan ekologi laut yang baik.
“Kami siap untuk lebih memperkuat kerja sama dengan negara-negara ASEAN untuk menjaga rumah maritim kita bersama,” tegas China dalam pernyataan resminya.
Baca juga: Jemaah Haji Indonesia Asal Indragiri Hilir Meninggal di RS. Mina
Editor: Redaktur TVRINews
