
Kunjungi Kantor Meta di AS, Puan Apresiasi Pemblokiran Konten Judi Online di Indonesia
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, California
Ketua DPR RI Puan Maharani melakukan kunjungan kerja ke kantor pusat perusahaan teknologi global Meta di Menlo Park, Silicon Valley, California, Amerika Serikat (AS).
Dalam kunjungan tersebut, Puan mengapresiasi langkah Meta dalam mendukung Indonesia memerangi praktik perjudian online (judol) di ruang digital.
Puan disambut langsung oleh Vice President of Product Policy & Strategy Meta Andy O’Connell dan Head of Public Policy Meta untuk Indonesia & Timor Leste Berni Moestafa, serta sejumlah warga negara Indonesia yang bekerja di perusahaan tersebut.
Dalam pertemuan itu, Puan dan pihak Meta membahas sejumlah isu strategis, mulai dari literasi digital, penguatan demokrasi di media sosial, hingga teknologi pemantauan dan pemblokiran konten berisiko.
Puan juga meninjau langsung berbagai fasilitas Meta, termasuk teknologi deteksi otomatis dan fitur keamanan berbasis kecerdasan buatan (AI).
"Sebagai negara dengan jumlah pengguna Instagram terbesar keempat di dunia, Indonesia perlu mendorong kebijakan yang dapat mengoptimalkan pemanfaatan media sosial dan kanal digital secara positif dan bertanggung jawab," ujar Puan dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Sabtu, 14 Juni 2025.
Meta melaporkan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah konten terkait judol terbanyak yang telah diblokir. Hal ini mendapat apresiasi dari Puan, yang menyebut bahwa kerja sama seperti ini penting untuk menciptakan ruang digital yang sehat dan aman.
"Langkah Meta ini sangat membantu upaya Indonesia memerangi praktik judi online. Terima kasih atas kerja sama ini. Ke depan, ruang digital kita harus semakin diperkuat agar lebih sehat bagi masyarakat," kata Puan.
Puan menegaskan judi online merupakan praktik ilegal yang membawa dampak sosial serius, seperti kerugian finansial keluarga, meningkatnya potensi kriminalitas, dan kerusakan moral generasi muda.
“Indonesia sendiri juga terus melakukan berbagai langkah dalam upaya memerangi judol. Karena itu, kolaborasi dengan platform digital sangat penting untuk memastikan konten-konten semacam ini tidak punya ruang tumbuh di dunia maya," tutur Puan.
Kunjungan ini juga menjadi bagian dari komitmen DPR RI untuk memperkuat regulasi dan kerja sama internasional dalam menghadapi tantangan di era digital, termasuk perlindungan masyarakat dari konten berbahaya.
Baca Juga: Ultah Trump Jadi Panggung Militer, Anggaran Jebol dan DC Panas
Editor: Redaktur TVRINews
