Beirut — Serangan udara Israel menewaskan 31 orang di Lebanon pada Selasa (27/5/2026), termasuk sedikitnya empat anak-anak dan tiga perempuan, serta melukai 40 lainnya. Empat belas di antaranya tewas di Burj Al-Shamali dekat kota Tyre. Kementerian Kesehatan Lebanon mengonfirmasi angka korban itu di tengah pernyataan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang menegaskan Israel tengah mengintensifkan operasinya.
Kota Nabatieh di selatan Lebanon menjadi salah satu titik serangan terberat, dengan sejumlah serangan udara menghantam area sekitar rumah sakit umum setempat hingga menyebabkan kerusakan signifikan. Israel juga mengeluarkan peringatan evakuasi untuk sedikitnya 50 kota dan desa, termasuk seluruh wilayah Nabatieh. Seorang pejabat militer Israel mengungkapkan pasukan darat telah mulai beroperasi melampaui "Yellow Line" — garis demarkasi sepihak yang membentang sekitar 10 kilometer ke dalam wilayah Lebanon.
Hizbullah mengklaim pasukannya berhasil memukul mundur pergerakan pasukan Israel di Zawtar Al-Sharqiyah dan melancarkan serangan drone serta roket ke posisi Israel. PBB mencatat 91 pelanggaran wilayah udara Lebanon pada Senin — angka tertinggi sejak gencatan senjata berlaku — beserta 399 insiden tembakan yang diatribusikan kepada militer Israel. Sejak perang meletus pada 2 Maret lalu, otoritas Lebanon mencatat lebih dari 3.100 orang telah tewas akibat serangan Israel.
Sumber: Arab News









