Penulis: Intan Kw
TVRINews, Kopenhagen
Menteri Luar Negeri RI (Menlu) Retno Marsudi melakukan kunjungan ke Kopenhagen, Denmark, Rabu, 14 Juni 2023 waktu setempat.
Kunjungan tersebut merupakan kunjungan pertama Menlu RI setelah 17 tahun atau pada tahun 2006.
“Kunjungan ini juga sekaligus sebagai kunjungan balasan kepada Menlu Denmark yang telah berkunjung ke Jakarta, November 2021,” kata Retno seperti yang dikutip oleh tvrinews.com, Kamis, 15 Juni 2023.
Baca Juga : Terdakwa Korupsi Dana ZIS Siti Farida Dituntut Pidana 6 Tahun Penjara
Dalam kunjungan tersebut, Retno melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Denmark untuk membahas beberapa kerjasama kedua negara.
“Denmark adalah mitra dagang Indonesia terbesar di wilayah Nordik pada tahun 2022. Tahun lalu, perdagangan kedua negara naik hingga 132% dan mencapai hampir 1 miliar USD,” ucap Retno.
“Kenaikan ini tentu kita sambut baik, dan kedua Menlu yakin jika perundingan Indonesia- EU CEPA sudah dapat diselesaikan, maka hubungan perdagangan akan semakin kuat,” tambah Retno.
Selain itu, keduanya juga membahas upaya untuk mempercepat penyelesaian perundingan Indonesia-EU CEPA setelah perundingan putaran ke-14 akhir bulan lalu.
“Kita juga membahas penguatan perdagangan hanya dapat dilakukan jika kedua belah pihak dapat menghilangkan hambatan perdagangan. Jadi kita juga bahas bagaimana upaya untuk menghilangkan hambatan perdagangan,” ujar Retno.
Lebih lanjut, pada sektor energi, Retno mengungkapkan terdapat potensi untuk pengembangan smart grid, energi surya, bayu dan hidro.
Retno juga mendorong realisasi komitmen dukungan Denmark terhadap implementasi Just Energy Transition Partnership (JETP) di Indonesia.
Di sektor kesehatan Indonesia mengharapkan kerja sama untuk penguatan kemandirian kesehatan, termasuk melalui kerja sama antara Bio Farma dan Nova Nordisk untuk mengatasi penyakit diabetes.
Selain isu-isu bilateral, pertemuan itu juga membahas isu-isu kawasan dan dunia, seperti ASEAN, terutama prioritas Keketuaan Indonesia di ASEAN, isu Afghanistan, dan juga kerja sama Utara-Selatan.
“Saya juga menggunakan kesempatan pertemuan untuk minta dukungan Denmark terhadap pencalonan Indonesia di Dewan Keamanan PBB untuk 2029-2030,” ujar Retno.
Kedua Menlu juga menyaksikan penandatangangan Implementing Arrangement untuk MoU on Infrastructure Project Financing dengan nilai 1 miliar Euro atau sekitar 16 triliun Rupiah.
“Penandatanganan ini penting untuk penguatan kemitraan kedua negara dalam kerja sama proyek infrastruktur strategis di Indonesia,” tutur Retno.
Baca Juga : Hari Ini MK Akan Bacakan Putusan Terkait Sistem Pemilu 2024
Editor: Redaktur TVRINews
