
Foto : Kemenag RI
Penulis: Fityan
TVRINews – Jeddah
Tak Sekadar Simbolik, Menteri PPPA Bawa Misi Serius: Sanitasi, Pembimbing, dan Edukasi Ibadah Khusus Perempuan.
Dalam rombongan elite Amirulhaj Indonesia 1446 H/2025 M, hanya satu perempuan yang dipercaya bergabung: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi. Namun kehadirannya bukan sekadar pelengkap formalitas. Ia membawa misi strategis: memastikan hak-hak jemaah haji perempuan terpenuhi secara adil dan bermartabat.
“Jumlah jemaah perempuan tahun ini lebih banyak daripada laki-laki. Jadi wajar jika perhatian terhadap layanan mereka harus ditingkatkan,” ujar Arifatul Kutip Lama Resmi Kemenag RI
Sebagai Ketua PP Muslimat NU sekaligus pejabat negara, Arifatul menyoroti langsung beberapa isu klasik yang kerap dialami jemaah perempuan mulai dari keterbatasan toilet yang memadai, kurangnya pembimbing ibadah perempuan, hingga kurangnya edukasi fikih seputar haid dan kesehatan reproduksi.
“Toilet misalnya, penggunaan oleh perempuan lebih lama. Maka, logikanya jumlah fasilitas untuk mereka juga harus lebih banyak dibanding pria,” tegasnya.
Tak berhenti di fasilitas, Arifatul juga menekankan pentingnya kehadiran pembimbing ibadah perempuan yang memadai. “Saat perempuan haid, ada kondisi khusus dalam ibadah. Ini butuh pendampingan, bukan sekadar ceramah massal,” tambahnya.
Arifatul menyatakan bahwa selama musim haji ini, dirinya akan melakukan pemantauan langsung di lapangan, mencatat berbagai kendala dan kebutuhan yang dialami jemaah perempuan, untuk kemudian dijadikan bahan evaluasi dan perbaikan layanan di musim-musim haji selanjutnya.
“Kesempurnaan mungkin belum bisa kita capai sekarang. Tapi pelayanan yang lebih baik dan berpihak pada kebutuhan jemaah perempuan, itu yang sedang saya perjuangkan,” pungkasnya.
Editor : Redaksi TVRINews
Baca Juga:
| Kampus Top Inggris Buka Cabang di RI: Pendidikan Jadi Poros Baru Diplomasi |
Editor: Redaksi TVRINews
