
Militer Inggris ( Foto : Yui Mok/ Al Jazeera)
Writer: Fityan
TVRINews – London, Inggris
London Kirim Perwira Perencanaan ke Satuan Tugas Multinasional Pimpinan AS. Bukan untuk Tempur, Tapi Koordinasi Bantuan Kemanusiaan dan Pengawasan. Langkah Lanjutan Pasca-Kesepakatan Hamas-Israel.
Kementerian Pertahanan Inggris (MoD) mengonfirmasi telah mengirim sejumlah kecil perwira perencanaan ke Israel untuk bergabung dengan satuan tugas multinasional yang dipimpin oleh Amerika Serikat (AS).
Langkah ini diambil untuk membantu memantau implementasi gencatan senjata di Gaza dan mendukung koordinasi sipil-militer.
MoD menegaskan bahwa penempatan ini adalah bagian dari Pusat Koordinasi Sipil-Militer (civil military coordination centre) yang dipimpin oleh Komando Pusat AS (Centcom).
Satuan tugas tersebut, menurut pejabat AS sebelumnya, juga diperkirakan melibatkan personel dari negara-negara kunci seperti Mesir, Qatar, Turki, dan Uni Emirat Arab (UEA).
"Inggris terus bekerja sama dengan mitra internasional untuk mendukung gencatan senjata Gaza demi melihat di mana Inggris dapat memberikan kontribusi terbaik bagi proses perdamaian," kata seorang juru bicara MoD dalam sebuah pernyataan.
Bukan Zona Tempur, Fokus pada Perencanaan
Penekanan utama dari pihak London adalah bahwa personel Inggris tidak dikerahkan ke dalam Gaza dan tidak memasuki zona tempur.
Peran mereka lebih fokus pada keahlian perencanaan dan pengalaman yang telah terakumulasi Inggris dalam pembangunan kapasitas keamanan, terutama pasca-pengalaman di Irak dan Afghanistan.
Pengiriman perwira senior Inggris ini, yang bertugas sebagai wakil komandan AS yang mengepalai pusat tersebut, dilakukan atas permintaan langsung dari Washington.
Menteri Pertahanan, John Healey, pada pidato di Mansion House, Senin, mengatakan Inggris akan mengambil "peran jangkar" dalam misi ini.
“Inggris dapat berkontribusi pada pemantauan gencatan senjata... Kami akan menyumbangkan pengalaman dan keterampilan spesialis di mana kami bisa, namun kami tidak berharap untuk memimpin,” ujar Healey, menggarisbawahi peran pendukung London.
Sebuah sumber dari MoD, yang dikutip dalam laporan ini, menyebutkan bahwa upaya ini adalah bagian dari "menunjukkan bahwa Inggris memainkan perannya dalam mengatur kerangka kerja tentang apa yang akan terjadi selanjutnya." Diskusi lebih lanjut tentang kontribusi Inggris lainnya masih terus berlangsung.
Pengaruh Kunjungan AS dan Peringatan Keras
Penempatan ini terjadi tak lama setelah kunjungan Wakil Presiden AS, JD Vance, ke Israel pada hari Selasa. Vance menyatakan bahwa implementasi gencatan senjata Gaza "berjalan lebih baik dari yang diperkirakan."
Namun, Vance juga menyampaikan peringatan keras kepada kelompok Palestina yang berkuasa di Gaza. "Jika Hamas tidak bekerja sama, ia akan dimusnahkan," tegasnya, meskipun ia menolak memberikan batas waktu pasti bagi kelompok tersebut untuk melucuti senjata, yang merupakan salah satu poin proposal AS yang belum disepakati.
Editor: Redaksi TVRINews
