
Jumlah Korban Tewas Akibat Serangan Israel di Lebanon Meningkat Menjadi 3.670 Jiwa
Writer: Redaksi TVRINews
TVRINews, Beirut
Sejak Oktober 2023, jumlah korban tewas akibat serangan udara Israel di Libanon telah meningkat drastis menjadi 3.670 jiwa.
Sementara itu, jumlah korban luka juga melonjak menjadi 15.413 orang, menurut pengumuman Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon.
Serangan terbaru terjadi pada Sabtu dini hari, 23 November 2024, ketika pesawat tempur Israel menghancurkan sebuah bangunan tempat tinggal berlantai delapan di kawasan Basta Fawka, Beirut.
Serangan ini mengakibatkan sedikitnya 20 orang tewas dan 66 lainnya terluka, serta merusak bangunan di sekitarnya.
Media Israel melaporkan bahwa serangan udara tersebut menargetkan seorang pejabat dari kelompok pejuang Hizbullah, namun anggota parlemen Hizbullah, Amin Sherri, membantah klaim tersebut.
Sherri menegaskan bahwa tidak ada tokoh politik dari partainya di bangunan yang diserang.
Selain itu, serangan udara Israel juga melanda Libanon selatan dan timur pada hari yang sama, menewaskan setidaknya 34 orang dan melukai lebih dari 80 orang, menurut laporan kantor berita nasional Libanon, NNA.
Warga Beirut, yang saat ini tengah berjuang menghindari gempuran, mengecam keras serangan-serangan ini.
Ali al-Hajj Hussein, seorang pengungsi dari pinggiran selatan Beirut, menyatakan keterkejutannya atas serangan Israel yang menghancurkan pusat kota yang selama ini menampung para pengungsi.
Sementara itu, Issa Munzir, seorang warga Beirut lainnya, mempertanyakan tindakan Israel yang terus meningkatkan eskalasi serangan, yang semakin meredupkan harapan untuk tercapainya gencatan senjata antara Israel dan pejuang Hizbullah.
Situasi ini menambah ketegangan yang terus berkembang di kawasan tersebut, dengan prospek perdamaian yang semakin kabur.
Editor: Redaktur TVRINews
