
MER-C akan Kirim 5 Relawan Indonesia ke Gaza
Writer: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Organisasi sosial kemanusiaan yang bergerak dalam bidang kegawatdaruratan medis, MER-C akan mengirimkan tim medisnya ke Jalur Gaza Palestina. Hal ini sebagai respons atas meningkatkannya eskalasi konflik antara Palestina dan Israel.
Tim yang akan berangkat ini akan dipimpin oleh orang yang sangat berpengalaman dan sering ke Gaza, yaitu Dr. Faried Thalib. Bukan hanya tim kemanusiaan dan kesehatan, tim ini juga berisi spesialis yang akan memantau persiapan proses pembangunan poli spesialis di samping RS Indonesia.
Ketua tim sekaligus presidium MER-C Faried Thalib meminta doa bagi masyarakat Indonesia, agar pihaknya bisa sesegera mungkin masuk ke wilayah Gaza. Pihaknya telah membuat tim yang solid dan berpengalaman untuk berangkat bersama.
"Satu tim ada lima orang. Terdiri dari spesialis ortopedi, anastesi, saya, dua lagi alumni Gaza juga yang menjadi site manager," kata Faried kepada wartawan termasuk tvrinews.com, Selasa, 10 Oktober 2023.
Melihat kondisi dan eskalasi saat ini, ia memperkirakan perang tampaknya akan panjang. Karena itu, selain fokus pada kesehatan dan bantuan saat ini, pihaknya juga akan membantu dari sisi kesehatan, mempersiapkan datangnya musim dingin.
Baca juga: MER-C Persiapkan Tim Bantuan ke Palestina
Sebagai bentuk bayangan kondisi di RS Indonesia, ia menyebut dalam kondisi normal saja kewalahan. Hal ini disebabkan oleh kondisi Gaza yang terpuruk dan terblokade. Saat ini, kondisinya seakan meningkat dan semakin panas.
RS Indonesia, kata dia, sejak awal didesain untuk bisa tetap beroperasi meskipun tidak ada suplai. Ruang bawah tanah atau basement difungsikan untuk menyimpan bantuan dan kebutuhan RS dengan dua genset besar.
Berdasarkan perhitungan, RS ini didesain untuk beroperasi tiga hingga empat bulan ke depan. Meski demikian, ia menekankan tambahan bantuan tetap diperlukan tim setempat.
"Kita doakan mudah-mudahan bantuan dari rakyat Indonesia bisa optimal. Jadi kita harus tetap masuk ke sana untuk mengirimkan amanah ini. Walaupun susah, tapi diusahakan untuk bisa membelanjakan bantuan dan dikirim ke sana," ujar Faried.
Faried lantas menyebut rencananya tim akan masuk melalui Mesir. Meski tidak bisa sepenuhnya berada di Gaza, tetapi diusahakan agar tim berjaga di dekat lokasi, untuk membantu membelanjakan bahan dan alat yang diperlukan, lantas dikirim ke RS Indonesia
Editor: Rina Hapsari
