TVRINews – Teheran
Pemimpin Tertinggi Iran tegaskan kendali penuh atas Selat Hormuz demi keamanan regional dan kemajuan ekonomi Teluk.
Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyatakan bahwa babak baru bagi kawasan Teluk dan Selat Hormuz mulai terbentuk.
Dalam pesan tertulis yang dirilis pada Kamis 30 April 2026, ia menekankan bahwa pergeseran ini merupakan konsekuensi dari dinamika yang terjadi sejak pecahnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu.
Menurut laporan Reuters, Khamenei menegaskan komitmen Teheran untuk mengamankan wilayah perairan strategis tersebut secara mandiri.
Ia menyatakan bahwa langkah ini diambil guna mengeliminasi apa yang ia sebut sebagai "penyalahgunaan jalur air oleh pihak musuh."
Dalam narasinya, Mojtaba Khamenei memproyeksikan bahwa perubahan paradigma dalam pengelolaan Selat Hormuz tidak akan mengganggu arus perdagangan, melainkan justru memperkuat fondasi ekonomi negara-negara tetangga.
"Manajemen baru di Selat Hormuz akan membawa ketenangan, kemajuan, dan manfaat ekonomi bagi seluruh negara di kawasan Teluk," tulis Khamenei
Signifikansi Geopolitik
Pernyataan ini muncul di tengah eskalasi ketegangan yang meningkat di salah satu jalur perdagangan minyak terpenting dunia.
Dengan menegaskan peran dominan Iran, Teheran berupaya mengirimkan sinyal kepada komunitas internasional mengenai kedaulatan maritim mereka.
Para analis menilai bahwa retorika "manajemen baru" ini merupakan upaya Iran untuk melegitimasi kontrol penuh atas jalur logistik global tersebut pasca-konflik.
Fokus pada "manfaat ekonomi" bagi negara tetangga juga dilihat sebagai langkah diplomasi untuk merangkul negara-negara Teluk lainnya dalam satu visi keamanan regional tanpa keterlibatan aktor eksternal.
Sejauh ini, otoritas maritim internasional terus memantau perkembangan di lapangan guna memastikan stabilitas pasokan energi global tetap terjaga di bawah pengawasan baru yang dideklarasikan oleh Teheran.










