TVRINews, Kyiv
Situs warisan dunia UNESCO rusak parah setelah hantaman rudal Rusia.
Ukraina kembali diguncang gelombang serangan udara masif yang dilancarkan Rusia pada Senin 15 Juni 2026 dini hari Waktu setempat, menyebabkan kerusakan signifikan pada situs keagamaan ikonik serta area permukiman di Ibu Kota Kyiv.
Insiden ini memicu kekhawatiran mendalam terkait perlindungan situs warisan sejarah di tengah eskalasi konflik yang terus memanas. Salah satu target yang terkena dampak adalah Katedral Dormition di kawasan Kyiv Pechersk Lavra, situs warisan dunia UNESCO yang dianggap sebagai pusat spiritual paling sakral di Ukraina.
Rekaman visual dari lokasi kejadian memperlihatkan api membumbung tinggi melahap bagian atap struktur bersejarah tersebut, sementara kepulan asap hitam menyelimuti langit kota.
Kepala Gereja Ortodoks Ukraina, Metropolitan Epiphanius, mengonfirmasi kerusakan tersebut melalui media sosial. Ia menyebut bahwa atap salah satu tempat tersuci bagi umat Kristiani kini tengah dilanda kebakaran hebat.
Pemerintah Ukraina mengecam keras tindakan ini. Wakil Perdana Menteri Yulia Svyrydenko menggambarkan serangan tersebut sebagai agresi brutal terhadap identitas dan warisan budaya bangsa. "Ini adalah tindakan keji yang melawan sejarah dan kemanusiaan," tulisnya dalam sebuah pernyataan resmi.
Otoritas militer Kyiv melaporkan bahwa setidaknya 16 lokasi di ibu kota mengalami kerusakan akibat gempuran rudal dan drone. Suara ledakan yang beruntun mengguncang jendela gedung-gedung di pusat kota selama beberapa jam.

(Asap Tebal terlihat dari kebakaran akibat serangan drone dan rudal Rusia di Kyiv. (Foto: Chris McGrath/The Guardian))
Tymur Tkachenko, kepala administrasi militer Kyiv, mendesak warga untuk tetap berada di tempat perlindungan karena ancaman serangan susulan masih dinyatakan aktif.
Selain di Kyiv, dampak fatal tercatat di kota Kharkiv, di mana sedikitnya lima orang dilaporkan tewas akibat serangan yang menyasar petugas tanggap darurat di lapangan.
Eskalasi serangan ini terjadi tak lama setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengeluarkan peringatan akan melancarkan serangan "sistemik" ke wilayah Ukraina. Analis pertahanan menilai, langkah ini merupakan respons atas tantangan yang dihadapi pasukan Rusia di medan pertempuran dalam beberapa pekan terakhir.
Sebagai langkah antisipasi, Polandia negara anggota NATO telah meningkatkan kesiagaan sistem pertahanan udara dan mengerahkan jet tempur mereka untuk memantau situasi di sepanjang perbatasan.
Peristiwa ini berlangsung di tengah dinamika diplomatik yang intens. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dikabarkan baru saja melakukan komunikasi dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjelang pertemuan G7 di Prancis.
Kremlin juga mengonfirmasi bahwa Trump telah berkomunikasi dengan Putin mengenai pentingnya mengakhiri konflik yang telah berlangsung lebih dari empat tahun ini.
Di saat upaya perdamaian di Ukraina tampak mengalami stagnasi, perhatian dunia internasional juga tengah tertuju pada perkembangan di Timur Tengah, di mana Amerika Serikat dan Iran dikabarkan telah menyepakati kerangka perdamaian yang dijadwalkan untuk ditandatangani di Swiss akhir pekan ini.
Hingga berita ini diturunkan, jumlah korban luka di Kyiv dilaporkan mencapai setidaknya 10 orang, sementara tim pemadam kebakaran masih berupaya keras menjinakkan api yang melalap kompleks biara bersejarah tersebut.










