
Prajurit Niger berjaga di kamp pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Tazalit di wilayah Tahoua, sekitar 300 kilometer timur laut ibu kota Niamey. (Foto : AFP)
Penulis: Fityan
TVRINews – NIAMEY, Niger
Ratusan Jihadis Serang Wilayah Tambang Emas di Perbatasan Niger-Burkina Faso, Pemerintah Militer Nyatakan Balasan Mematikan
Dua serangan bersenjata yang dilakukan secara serempak oleh ratusan militan jihadis mengguncang wilayah barat Niger, tepatnya di Bouloundjounga dan Samira, dekat perbatasan Burkina Faso, pada Jumat (5/7). Pemerintah militer Niger menyatakan bahwa serangan tersebut menewaskan 10 tentara dan melukai 15 lainnya. Sebanyak 41 penyerang yang disebut sebagai "tentara bayaran" berhasil dilumpuhkan.
"Serangan simultan dilakukan oleh beberapa ratus tentara bayaran," ungkap Menteri Pertahanan Niger, Jenderal Salifou Modi, dalam pernyataan resmi yang disiarkan melalui televisi nasional. "Sebanyak 10 personel pasukan kami gugur dan 15 lainnya luka-luka. Di pihak musuh, 41 orang berhasil dinetralkan."
Serangan terjadi di Departemen Gotheye, kawasan rawan konflik yang berbatasan langsung dengan Mali dan Burkina Faso. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu titik panas aktivitas kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan Al-Qaeda dan Islamic State sejak satu dekade terakhir.
Samira, salah satu lokasi serangan, merupakan desa strategis yang menjadi lokasi satu-satunya tambang emas berskala industri di Niger. Pada Mei lalu, delapan pekerja tambang dilaporkan tewas setelah kendaraan mereka dihantam bom pinggir jalan di daerah tersebut.
Pemerintah militer Niger, yang berkuasa sejak kudeta tahun lalu, mengklaim serangan balasan terhadap militan menunjukkan komitmen mereka dalam menjaga kedaulatan dan keamanan nasional. Namun, meningkatnya intensitas kekerasan menandakan bahwa ancaman jihadis di wilayah Sahel masih jauh dari mereda.
Editor : Redaksi TVRINews
Baca Juga: Korban Banjir Bandang Texas bertambah,47 Tewas, Puluhan Anak Masih Hilang di Camp Mystic
Editor: Redaksi TVRINews
