TVRINews – New Delhi
Pemimpin BRICS Sepakati Resolusi Damai Konflik Timur Tengah
Presiden Tiongkok Xi Jinping mendesak negara-negara anggota BRICS untuk mengambil peran aktif dalam upaya perdamaian di Timur Tengah. Seruan tersebut disampaikan di tengah tercapainya kesepakatan pernyataan bersama di antara para pemimpin blok ekonomi tersebut, meskipun terdapat perbedaan pandangan yang tajam terkait konflik berkepanjangan di kawasan tersebut.
"Situasi di Timur Tengah dan kawasan Teluk terus berkembang; perang di sana telah menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat di seluruh kawasan dan tidak sejalan dengan kepentingan bersama komunitas internasional," ujar Xi Jinping dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di New Delhi, sebagaimana dikutip dari kantor berita resmi Tiongkok, Xinhua News Agency Minggu 13 september 2026.
Dalam forum yang sama, Presiden Xi meminta agar negara-negara anggota berdiri di sisi sejarah yang benar. Ia menegaskan bahwa Beijing siap bekerja sama dengan negara lain untuk mengemban tanggung jawab dalam menciptakan perdamaian serta stabilitas di Timur Tengah dan Teluk.
Selain isu geopolitik, Xi juga menyoroti pentingnya reformasi tata kelola global dan penguatan kerja sama multilateral. Ia menolak segala bentuk proteksionisme serta menyerukan dukungan penuh terhadap sistem perdagangan global yang berpusat pada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
Xi menambahkan bahwa Tiongkok akan memegang kepresidenan bergilir BRICS pada tahun depan dan bersiap menjadi tuan rumah KTT ke-19.
Sementara itu sebelumnya, Perdana Menteri India Narendra Modi dalam pidato pembukaannya menekankan pentingnya transformasi global agar suara negara-negara berkembang lebih diperhitungkan. Modi menyoroti bahwa kelompok Global South sering kali berada di garis depan krisis global, namun kerap tertinggal dalam proses pengambilan keputusan strategis dunia.
"Kita harus mengubah piramida hak istimewa ini menjadi platform kemitraan, di mana setiap negara memiliki suara dan setiap anggota memiliki andil," tegas Modi. Ia juga kembali menyuarakan urgensi reformasi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) agar mencakup perwakilan tetap dari kekuatan-kekuatan ekonomi baru.
KTT tahun ini juga menandai momen penting bagi hubungan bilateral Tiongkok dan India. Kunjungan Presiden Xi ke India merupakan lawatan pertamanya dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir, di mana kedua negara berupaya memulihkan hubungan diplomatik pascakonflik perbatasan di wilayah Himalaya pada tahun 2020 lalu.
Pradeep Taneja, seorang pengamat hubungan Tiongkok-India dari Universitas Melbourne, menilai bahwa kedua belah pihak saat ini tengah berupaya mencapai kemajuan substantif dalam menyelesaikan sengketa perbatasan, meskipun pengerahan kekuatan militer di sepanjang garis perbatasan masih tetap tinggi.
Blok BRICS, yang kini beranggotakan Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, Mesir, Etiopia, Indonesia, Iran, dan Uni Emirat Arab, mewakili lebih dari empat puluh persen populasi dunia serta hampir seperempat dari total perekonomian global.










