TVRINews – New Delhi
KTT BRICS di India soroti eskalasi konflik Timur Tengah dan desak penahanan diri di tengah ketegangan global.
Kelompok negara-negara berkembang BRICS mengeluarkan peringatan tegas mengenai meningkatnya ancaman bahaya nuklir di tengah dinamika geopolitik global yang semakin memanas.
Dalam Deklarasi New Delhi yang dirilis pada KTT ke-18 di India, blok yang kini beranggotakan 11 negara tersebut menekankan pentingnya perlucutan senjata, pengendalian senjata, dan komitmen non-proliferasi secara menyeluruh.
Aliansi yang mencakup kekuatan besar seperti China, Rusia, Iran, serta tuan rumah India ini juga menyoroti krisis kemanusiaan yang berlanjut di Gaza dan eskalasi di kawasan Asia Barat.
Berdasarkan dokumen resmi yang dihimpun dari jalannya Konferensi Tingkat Tinggi tersebut, para pemimpin menegaskan posisi kolektif mereka terhadap situasi keamanan internasional.
"Kami mengekspresikan keprihatinan mendalam atas eskalasi ketegangan yang terus berlanjut di Timur Tengah dan menyerukan agar semua pihak mengambil langkah penahanan diri maksimal serta menghindari tindakan yang memperburuk situasi," demikian bunyi petikan resmi dari Deklarasi New Delhi Sabtu 13 september 2026.
Selain isu nuklir, KTT yang diselenggarakan di ibu kota India ini berlangsung di tengah bayang-bayang konflik berkepanjangan, termasuk perang antara Amerika Serikat dan Iran yang telah memasuki bulan ketujuh, serta invasi Rusia ke Ukraina yang kini memasuki tahun kelima. Krisis multidimensional ini turut memicu disrupsi rantai pasok global, lonjakan inflasi, serta ancaman krisis energi yang berdampak langsung pada stabilitas ekonomi dunia.
Perdana Menteri India Narendra Modi, sebelum membuka rangkaian sidang tertutup bertema "Tata Kelola Global yang Inklusif dan Penguatan Multilateralisme", menyampaikan harapan agar dialog tingkat tinggi ini menghasilkan solusi yang bermakna bagi perdamaian regional maupun global. Senada dengan hal tersebut, pihak pemerintah China menyatakan kesiapan negaranya untuk bekerja sama dengan seluruh anggota BRICS guna mendorong jalur diplomasi dan perundingan damai.
Saat ini, kelompok BRICS mencakup Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Mesir, Etiopia, Indonesia, Iran, Arab Saudi, serta Uni Emirat Arab. Berdasarkan data statistik internal blok tersebut, aliansi ini merepresentasikan sekitar 49,5 persen populasi global, 40 persen Produk Domestik Bruto dunia, dan 26 persen perdagangan internasional.
Agenda KTT berlanjut pada hari kedua minggu 13 september 2026 dengan sesi terbuka yang mengusung tema ketahanan, inovasi, kerja sama, dan pembangunan berkelanjutan demi pertumbuhan global yang inklusif.
Kehadiran sejumlah negara mitra seperti Belarus, Malaysia, Thailand, hingga Vietnam turut memperluas cakrawala diplomasi ekonomi dan politik multilateral di kawasan selatan global.










