
Foto: Ketua DPR RI Puan Maharani (kanan) dan Ketua Parlemen Palestina Rawhi Fattouh di Istanbul, Turki (TVRINews/HO-DPR RI)
Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Ketua DPR RI Puan Maharani dengan tegas mengatakan jika Indonesia tidak akan surut
mendukung kemerdekaan Palestina. Hal ini ia ungkapkan saat menghadiri forum The Group of Parliaments in Support of Palestine yang digelar di Istanbul, Turki.
Dimana, dalam forum internasional tersebut, Puan menekankan bahwa dukungan Indonesia terhadap perjuangan Palestina tidak pernah luntur sejak era kemerdekaan.
"Keikutsertaan parlemen Indonesia dalam forum ini merupakan salah satu bentuk nyata komitmen DPR RI dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina," ujar Puan dalam keterangan yang diterima tvrinews.com, pada Minggu, 20 April 2025.
Tak hanya itu, pada forum tersebut dipimpin oleh Ketua Parlemen Turki, Numan Kurtulmu?, dan dihadiri oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
Selain Indonesia, hadir pula para ketua parlemen dari Bahrain, Uni Emirat Arab, Qatar, Malaysia, Pakistan, Yordania, dan Senegal. Wakil ketua parlemen dari Azerbaijan, Aljazair, dan Mesir juga turut ambil bagian, bersama Ketua Parlemen Palestina Rawhi Fattouh serta perwakilan pemerintah Palestina.
Dalam kesempatan tersebut, Puan melakukan pertemuan khusus dengan Ketua Parlemen Palestina.
Ia menyampaikan salam dari rakyat Indonesia serta dukungan moral dan politik bagi perjuangan Palestina yang masih berlangsung di tengah situasi yang semakin memprihatinkan.
"Dukungan terhadap Palestina merupakan panggilan moral dan sejarah bangsa Indonesia. Rakyat Indonesia terus memberikan dukungan nyata, baik melalui aksi solidaritas maupun diplomasi," ujar Puan.
Puan juga menyampaikan bahwa DPR RI senantiasa menolak segala bentuk kekerasan di Gaza dan wilayah Palestina lainnya.
Menurutnya, DPR aktif menyuarakan dukungan bagi Palestina dalam berbagai forum internasional, termasuk dalam forum bilateral, organisasi kerja sama Islam (OKI), ASEAN, dan PBB.
Ia menyoroti pentingnya diplomasi konkret untuk mendorong gencatan senjata permanen dan memastikan akses bantuan kemanusiaan yang tidak terhambat.
Puan juga mengajak parlemen dari negara-negara peserta forum untuk bersatu dalam menyuarakan penghentian agresi dan mendukung rakyat Palestina agar bisa hidup damai di tanah mereka sendiri.
"Kita harus memimpin dalam mendorong resolusi damai dan menolak kekerasan sebagai sarana penyelesaian konflik. Serangan terhadap warga sipil di Gaza dan Tepi Barat, termasuk perempuan dan anak-anak, harus dihentikan segera," kata Puan.
Dalam konteks penguatan hubungan kelembagaan, Puan juga menyampaikan komitmen untuk meningkatkan kerja sama antara DPR RI dan Parlemen Palestina.
Ia mengundang Ketua Parlemen Palestina untuk hadir dalam pertemuan Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) yang akan digelar di Jakarta pada 12–15 Mei 2025.
Menurut Puan, pertemuan tersebut akan menjadi momen penting dalam memperkuat koordinasi dan solidaritas antarnegara Islam dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina.
Ketua Parlemen Palestina, Rawhi Fattouh, menyampaikan apresiasi tinggi atas konsistensi Indonesia dalam memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina. Ia mengapresiasi langkah nyata DPR RI dan kepemimpinan Puan Maharani dalam berbagai forum internasional.
Adapun hasil akhir dari forum Istanbul tersebut adalah deklarasi bersama yang menyerukan penggunaan pengaruh politik oleh parlemen anggota untuk melindungi dan menjamin hak-hak dasar rakyat Palestina.
Deklarasi juga mendorong negara-negara yang belum mengakui Palestina untuk segera melakukannya, serta mendukung keanggotaan penuh Palestina di PBB dan seluruh organ-organ internasional.
Puan juga mengusulkan agar forum ini diperluas dengan melibatkan negara-negara dari Eropa dan Amerika Latin guna memperkuat pengakuan global terhadap Palestina yang saat ini telah diakui oleh 149 negara.
"Koalisi yang lebih besar dan inklusif akan memperkuat posisi dan pengaruh kita dalam mengadvokasi keadilan dan perdamaian di Palestina," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pertemuan berikutnya sebaiknya difokuskan pada isu-isu tematik yang berdampak langsung, seperti pengembangan kapasitas otoritas dan parlemen Palestina, bantuan kesehatan dan pendidikan, serta rekonstruksi Gaza.
"Kita harus bertindak dari dua sisi, yaitu menghentikan agresi dan memberdayakan rakyat Palestina untuk membangun masa depan yang stabil dan mandiri," tegas Puan.
Baca Juga: Putin Umumkan ‘Perdamaian Paskah’, Tapi Serangan Rusia Tetap Berlanjut
Editor: Redaktur TVRINews
