
Foto: Reuters/Vatican Media.
Penulis: Alfin
TVRINews, Vatikan
Hari pertama konklaf pemilihan Paus ke-267 Gereja Katolik berakhir tanpa hasil. Asap hitam mengepul dari cerobong Kapel Sistina pukul 21.00 waktu Vatikan (02.00 WIB), menandakan belum ada kardinal yang meraih dua pertiga suara untuk menjadi penerus mendiang Paus Fransiskus.
Suasana penuh harap tampak di Lapangan Santo Petrus, di mana sekitar 45.000 umat menanti dengan doa dan ketegangan. Banyak dari mereka telah menunggu sejak pukul 19.00, berharap melihat asap putih sebagai tanda terpilihnya pemimpin baru 1,4 miliar umat Katolik di dunia.
“Jika kita dapat menyaksikan asap putih itu akan menjadi sesuatu… itu pasti sekali seumur hidup,” kata Luke Vanderburgh, seorang turis asal AS kepada AFP.
Konklaf dimulai Rabu pukul 17.00 waktu Vatikan dengan masuknya 133 kardinal elektor ke dalam Kapel Sistina. Mereka berasal dari lima benua, berusia di bawah 80 tahun, dan bersumpah menjaga kerahasiaan proses pemilihan.
“Yang kita butuhkan adalah seorang Paus yang suci. Paus yang membimbing Gereja,” ujar Diakon Nicholas Nkoronko dari Tanzania.
Kapel Sistina, tempat suci yang dikelilingi fresco megah karya Michelangelo dan Botticelli, menjadi saksi bisu sidang tertutup tersebut. Dibangun antara tahun 1473-1481 atas perintah Paus Sixtus IV, kapel ini memang didesain sebagai tempat berlangsungnya konklaf.
Pemilihan Paus kali ini berlangsung dalam situasi global yang penuh tantangan: krisis kepercayaan internal Gereja, skandal masa lalu, serta penurunan jumlah jemaat di negara-negara Barat.
Konklaf dipimpin oleh Kardinal Pietro Parolin, Sekretaris Negara Vatikan. Pemungutan suara akan terus dilanjutkan hingga salah satu kandidat memperoleh minimal dua pertiga suara, atau 89 dari 133 suara.
Baca Juga: Asap Hitam Membumbung dari Kapel Sistina, Pemilihan Paus Belum Membuahkan Hasil
Editor: Redaksi TVRINews
