
Suar penerangan yang diluncurkan oleh tentara Israel terlihat di atas Deir al-Balah di Jalur Gaza tengah, Senin, 21 Juli 2025. (Foto AP/Abdel Kareem Hana)
Penulis: Fityan
TVRINews – DEIR AL-BALAH, Jalur Gaza
Pasukan Israel masuki Deir al-Balah untuk pertama kalinya, serang zona evakuasi dan fasilitas kemanusiaan WHO, memicu kecaman internasional dan kekhawatiran terhadap nasib sandera.
Kota terakhir yang relatif aman di Jalur Gaza kini berubah menjadi medan pertempuran. Untuk pertama kalinya dalam 21 bulan perang, pasukan darat Israel menyerbu Deir al-Balah, wilayah yang sebelumnya menjadi pusat pengungsian dan markas berbagai organisasi kemanusiaan internasional.
Serangan yang terjadi Senin (22/7) dini hari ini disebut sebagai bagian dari strategi militer Israel untuk membelah Gaza dengan koridor bersenjata. Namun, langkah ini langsung menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk Forum Keluarga Sandera di Israel yang menyatakan, “Rakyat Israel tidak akan memaafkan jika keselamatan para sandera dikompromikan” (sumber: AP).
Pihak militer Israel mengonfirmasi bahwa ini adalah operasi darat pertama mereka di Deir al-Balah. Pamflet-pamflet evakuasi dijatuhkan menjelang fajar, diikuti dentuman bom dan asap tebal yang mengepul dari daerah padat penduduk.
Fasilitas Kemanusiaan Jadi Sasaran :
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut pasukan Israel menyerbu kompleks tempat tinggal staf mereka. Wanita dan anak-anak dipaksa berjalan kaki ke arah pantai, sementara staf pria diborgol, ditelanjangi, dan diinterogasi di bawah todongan senjata. “Dua staf kami dan dua anggota keluarganya ditahan. Satu masih belum dibebaskan,” bunyi pernyataan WHO (sumber: WHO, via AP).
Gudang utama WHO di Deir al-Balah juga dilaporkan rusak akibat ledakan dan kebakaran, sehingga menyulitkan distribusi bantuan medis ke rumah sakit.
Serangan ke Warga Sipil dan Pencari Bantuan :
Serangan di zona distribusi bantuan kembali menelan korban. World Food Program (WFP) menyebut bahwa konvoi bantuan mereka ditembaki tank dan sniper Israel di Gaza utara, menewaskan puluhan orang. Sumber AP menyebutkan sedikitnya 51 jenazah terlihat di dua rumah sakit, sementara Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan 80 korban tewas.
Israel mengklaim hanya menembakkan tembakan peringatan dan meragukan jumlah korban versi Palestina. Namun, WFP menyatakan dalam kecaman langka bahwa “nyawa tak terhitung hilang karena tembakan terhadap warga sipil yang hanya mencari makan.”
88 Persen Wilayah Gaza Tak Lagi Layak Huni :
Menurut PBB, hampir 88 persen wilayah Gaza kini masuk zona evakuasi atau zona militer Israel, menyisakan hanya 12 persen ruang hidup bagi 2,1 juta warga sipil. Deir al-Balah sebelumnya dianggap sebagai "zona aman" yang relatif tidak tersentuh oleh operasi darat.
Kini, kota itu menjadi simbol kehancuran terakhir di Gaza. Organisasi internasional pun mempertanyakan motivasi di balik serangan ini, terutama karena adanya spekulasi bahwa Hamas menyembunyikan sejumlah besar sandera di kota tersebut.
Kekhawatiran Global Meningkat :
Sebagai tanda meningkatnya frustrasi internasional, 25 negara termasuk Inggris dan Prancis mengeluarkan pernyataan bersama yang mendesak agar “perang di Gaza harus diakhiri sekarang juga.”
Sementara itu, seorang tentara Israel dilaporkan tewas dan satu perwira terluka parah dalam pertempuran di Gaza selatan. Serangan juga dilaporkan terjadi di pelabuhan Hodeidah, Yaman, yang dikuasai pemberontak Houthi, menambah eskalasi konflik regional.
Editor : Redaksi TVRINews
Baca Juga: Bentrok di Hari Kemerdekaan: Marinir Dihadang Massa di Depan Gedung Federal LA
Editor: Redaksi TVRINews
