
Jelang Perpindahan ke Makkah, KKHI Perkuat Kesehatan Jemaah Haji Indonesia
Penulis: Yosep Novriansyah
TVRINews, Madinah
Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah memperkuat sistem layanan kesehatan menjelang perpindahan jemaah dari Madinah ke Makkah. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi tantangan cuaca ekstrem dan meningkatnya jumlah jemaah lanjut usia (lansia).
Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) hingga Jumat, 9 Mei 2025 sebanyak 52.164 calon jemaah haji telah tiba di Madinah sejak 2 Mei 2025.
Dari jumlah tersebut, lebih dari 11 ribu orang atau sekitar 21,5 persen merupakan jemaah lansia.
“KKHI Madinah menurunkan dokter spesialis penyakit dalam, jantung, dan paru langsung ke hotel-hotel tempat jemaah menginap untuk deteksi dini kasus berisiko tinggi,” ujar Kepala Bidang Kesehatan Daker Madinah, Imron, di Madinah.
KKHI juga memperkuat fasilitas kesehatan dengan menyiapkan instalasi gawat darurat, ruang observasi, ruang rawat inap, serta fasilitas khusus bagi pasien dengan gejala demensia ringan.
“Jika terjadi kondisi darurat, jemaah dapat langsung dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi tanpa harus transit di KKHI,” tambah Imron.
Imron juga mengingatkan bahwa suhu tinggi di Madinah dan Makkah, yang diperkirakan mencapai hingga 44 derajat Celsius, menjadi tantangan serius bagi jemaah lansia.
“Ini bukan kondisi ideal untuk lansia berjalan jauh tanpa pendamping. Ketua regu dan rombongan harus lebih aktif mengawasi dan mendampingi,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya asupan cairan, istirahat cukup, serta konsultasi kesehatan rutin.
“Jika muncul gejala seperti linglung, bicara ngelantur, atau mudah kelelahan, segera laporkan ke dokter kloter atau bawa ke KKHI,” pungkas Imron.
Dengan upaya ini, KKHI Madinah berharap seluruh calon jemaah haji Indonesia dapat melanjutkan ibadah dengan kondisi kesehatan yang terjaga dan optimal.
Baca Juga: Gunakan Visa Tidak Sah, 30 Jemaah Indonesia Terjaring Razia Haji di Makkah
Editor: Redaktur TVRINews
