TVRINews – Washington
Amerika Serikat menilai serangan terhadap infrastruktur energi Rusia memicu krisis pasokan bahan bakar global di tengah dinamika diplomasi internasional.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk menghentikan serangan terhadap kilang minyak diesel di Rusia. Kebijakan tersebut dinilai memicu kelangkaan bahan bakar global yang berdampak luas bagi pasar energi dunia.
Pernyataan itu disampaikan Trump kepada para wartawan di sela-sela kunjungannya di Irlandia, Minggu 13 september 2026. Menurutnya, militer Ukraina memiliki banyak opsi sasaran militer lain tanpa harus menyasar fasilitas pengolahan bahan bakar diesel.
"Tuan Zelenskyy harus melakukan satu hal. Ia harus berhenti menghancurkan bahan bakar diesel di Rusia," ujar Trump, sebagaimana dilaporkan.
"Silakan serang target lain, tetapi bukan diesel, karena ia sedang menyebabkan kelangkaan diesel," imbuhnya.
Trump menegaskan bahwa gangguan pada pasar diesel saat ini murni bersumber dari konflik antara Rusia dan Ukraina, alih-alih ketegangan di kawasan Timur Tengah. Washington menyatakan telah menyampaikan isu tersebut secara langsung kepada pihak kepemimpinan Ukraina.
Dinamika Diplomatik dan Konflik Iran…
Selain menyoroti eskalasi di Eropa Timur, Trump turut mengomentari rencana pertemuan antara negara-negara Teluk dan Iran terkait Selat Hormuz. Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan forum tersebut sepenuhnya berada di tangan negara-negara kawasan.
"Saya tidak peduli. Itu terserah mereka. Kita pada akhirnya akan keluar. Kecuali jika kita memutuskan untuk tetap tinggal dan menguasai minyaknya! Seperti Venezuela," ucap Trump saat berada di resor golf miliknya di Doonbeg.
Di sisi lain, perundingan damai Ukraina terus menghadapi jalan terjal. Utusan khusus Amerika Serikat, Steve Witkoff dan Jared Kushner, sebelumnya telah melakukan kunjungan diplomatik ke Moskow dan Kyiv guna menjembatani kemungkinan dialog lanjutan.
Namun, Kremlin melalui ajudan kebijakan luar negeri Yuri Ushakov menegaskan bahwa penyelesaian masalah teritorial tetap menjadi syarat utama sebelum pertemuan trilateral antara Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat dapat terwujud. Moskow secara konsisten menuntut penyerahan sisa wilayah Donetsk, sebuah syarat yang secara tegas ditolak oleh pihak Kyiv.
"Kami ingin tuntutan tersebut dipenuhi cepat atau lambat, lebih cepat lebih baik," ungkap Ushakov kepada televisi pemerintah Rusia.










