TVRINews – Polandia
Serangan Udara Skala Besar Moskow Picu Kekhawatiran NATO di Perbatasan Polandia
Konflik bersenjata antara Rusia dan Ukraina kembali mencatatkan eskalasi serius setelah rangkaian serangan udara masif melintasi wilayah perbatasan. Otoritas perkeretaapian Ukraina, Ukrzaliznytsia, mengonfirmasi bahwa sebuah rangkaian kereta yang mengangkut mantan Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, serta mantan Direktur CIA, David Petraeus, diduga kuat menjadi target serangan wahana nirawak atau drone militer Rusia.
Insiden tersebut terjadi di dekat perbatasan Ukraina-Polandia, tidak lama setelah rombongan diplomatik dan penasihat keamanan internasional tersebut melintasi area penyeberangan.
Serangan ini merupakan bagian dari gelombang serangan udara Minggu 13 september malam waltu setempat yang melibatkan lebih dari 450 drone dan misil di berbagai wilayah Ukraina, yang mengakibatkan sedikitnya enam orang tewas serta lebih dari 40 lainnya mengalami luka-luka.
Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, melalui pernyataan resminya mengecam keras insiden tersebut. Ia menilai agresi militer Moskow kini telah mencapai tingkat ancaman yang langsung menyasar kawasan pertahanan aliansi barat.
"Ini adalah teror Putin yang mengetuk pintu Uni Eropa dan NATO secara langsung," tulis Sybiha melalui akun media sosial pribadinya.
Sementara itu, Boris Johnson memberikan tanggapan tegas atas insiden yang hampir merenggut keselamatan rombongannya. Melalui platform X, ia menyatakan keheranannya atas strategi militer Moskow yang menghancurkan lokomotif kereta sipil di wilayah perbatasan.
"Saya tidak tahu logika sesat apa yang mendorong Putin untuk meledakkan lokomotif kereta api Ukraina yang sedang berhenti di perbatasan Polandia pagi ini. Yang bisa kita pastikan adalah ini adalah jenis serangan acak dan tidak masuk akal yang harus dihadapi rakyat Ukraina setiap hari," ujar Johnson.
Pemerintah Polandia langsung mengambil langkah siaga tinggi menyusul insiden yang memicu alarm peringatan udara di wilayah kedaulatan mereka. Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk, memimpin rapat darurat dan memperingatkan bahwa peningkatan intensitas serangan Rusia dalam beberapa pekan ke depan berpotensi berdampak langsung pada keamanan teritorial Polandia. Pihak intelijen Polandia sebelumnya telah mendeteksi adanya rencana Moskow untuk melumpuhkan infrastruktur perbatasan penting.
Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Rusia memberikan keterangan resmi bahwa serangan tersebut secara spesifik menyasar infrastruktur jalur kereta api di bagian barat Ukraina. Moskow mengklaim jalur logistik tersebut digunakan untuk mendistribusikan pasokan militer dari negara-negara Eropa.
Eskalasi konflik lintas batas ini terus mendapat pantauan ketat dari komunitas internasional di tengah kekhawatiran meluasnya zona peperangan ke wilayah Eropa Tengah.










