
BRICS: Tantangan Brasil dalam KTT dengan Lebih Banyak Anggota dan Kepentingan Geopolitik yang Saling Berbeda — (Foto: Jornal Nacional Brasil)
Penulis: Fityan
TVRINews – Rio de Janeiro, Brasil
Untuk pertama kalinya sejak resmi bergabung, Indonesia di bawah Presiden Prabowo hadir di forum BRICS guna mendorong tatanan dunia yang lebih adil dan inklusif.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto akan melakukan debut diplomatik besar dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di Rio de Janeiro, Brasil, hingga 7 Juli 2025. Kehadiran Presiden Prabowo ini menandai babak baru keterlibatan Indonesia dalam konstelasi kekuatan global sejak resmi menjadi anggota penuh BRICS pada 1 Januari 2025.
Forum yang semula digagas oleh Brasil, Rusia, India, dan China (RRT) pada 2009, kemudian diperluas dengan bergabungnya Afrika Selatan, serta negara-negara seperti Mesir, Ethiopia, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi, kini membuka ruang lebih besar bagi Global South dan Indonesia siap memainkan peran kunci.
Selama berada di Brasil, Presiden dijadwalkan menghadiri seluruh rangkaian KTT BRICS dan melakukan sejumlah pertemuan bilateral strategis untuk memperkuat kerja sama di bidang ekonomi, keuangan, teknologi, pendidikan, hingga pertahanan.
Mengangkat tema "Strengthening Global South Cooperation to a More Inclusive and Sustainable Governance", KTT ini akan membahas berbagai isu global seperti konflik geopolitik, reformasi tata kelola dunia, kecerdasan buatan, perubahan iklim, serta sistem kesehatan global.
Presiden Prabowo diperkirakan akan memanfaatkan momen ini untuk menyuarakan posisi Indonesia sebagai jembatan dialog atau “bridge-builder” di tengah dunia yang makin terpolarisasi. Dengan rekam jejak Indonesia di G20 dan ASEAN, Prabowo membawa misi memperkuat diplomasi Global South, mengupayakan tatanan ekonomi dunia yang lebih adil, serta memperjuangkan akses teknologi dan pendidikan yang merata bagi negara-negara berkembang.
“Indonesia ingin menjadikan BRICS sebagai platform perjuangan kolektif demi tatanan global yang lebih setara dan kolaboratif,” ujar juru bicara Kemlu RI (6/7), dikutip dari siaran pers resmi Kementerian Luar Negeri.
Sejak bergabung dalam BRICS awal tahun ini, Indonesia telah mengikuti lebih dari 165 pertemuan tingkat tinggi dan teknis, termasuk 20 pertemuan tingkat menteri dalam berbagai bidang. Partisipasi aktif ini menjadi sinyal bahwa Indonesia tidak hanya datang sebagai pengamat, tapi sebagai pemain strategis yang siap mengambil bagian dalam menentukan arah dunia.
Editor : Redaksi TVRINews
Baca Juga: Bertaruh Nyawa Demi Roti: 743 Warga Gaza Tewas di Lokasi Bantuan AS-Israel
Editor: Redaksi TVRINews
