TVRINews – Viena
Pria berusia 39 tahun diamankan setelah temuan racun tikus pada produk HiPP yang memicu penarikan massal di Eropa Tengah.
Otoritas kepolisian Austria resmi menahan seorang pria berusia 39 tahun yang diduga kuat terlibat dalam kasus kontaminasi racun tikus pada produk makanan bayi merek ternama, HiPP.
Penangkapan ini merupakan titik terang setelah penyelidikan intensif selama satu bulan terakhir terkait aksi kriminal yang menyasar konsumen di beberapa negara Eropa.
Kasus ini mencuat setelah perusahaan asal Swiss, HiPP, melakukan penarikan produk secara parsial bulan lalu.
Langkah darurat tersebut diambil usai ditemukannya kandungan racun tikus serta zat aditif beracun lainnya di dalam stoples makanan bayi yang beredar di pasar Austria, Republik Ceko, dan Slovakia.
Motif Pemerasan di Balik Sabotase
Pihak HiPP, yang memosisikan diri sebagai produsen makanan bayi organik terbesar di dunia, menegaskan bahwa kontaminasi tersebut tidak terjadi selama proses produksi.
Perusahaan menyatakan bahwa insiden ini murni merupakan "tindakan kriminal" yang dilakukan oleh pihak luar.
Belakangan, produsen yang berbasis di Sachseln tersebut mengungkapkan telah dihubungi oleh seorang oknum yang mencoba melakukan pemerasan terhadap perusahaan.
Juru bicara Direktorat Polisi Provinsi Burgenland, Helmut Marban, mengonfirmasi penangkapan tersangka pada hari Minggu waktu setempat. Namun, pihak kepolisian masih menutup rapat detail teknis penyidikan guna menjaga kelancaran proses hukum.
"Demi alasan taktis investigasi, kami belum dapat memberikan informasi lebih lanjut mengenai langkah penyidikan berikutnya," ujar Marban sebagaimana dikutip dari laporan Al Jazeera Minggu 3 Mei 2026.
Imbauan Keamanan bagi Konsumen
Menyusul temuan produk berbahaya tersebut, otoritas keamanan pangan Austria (AGES) mengeluarkan panduan ketat bagi para orang tua. Masyarakat diminta untuk mewaspadai produk HiPP yang memiliki karakteristik mencurigakan, seperti:
• Adanya stiker putih dengan lingkaran merah di bagian bawah stoples.
• Tutup kemasan yang rusak atau segel keamanan yang hilang.
• Aroma yang tidak lazim saat kemasan dibuka.
Risiko Kesehatan dan Gejala
Badan Kesehatan dan Keamanan Pangan Austria memperingatkan bahwa racun tikus bekerja dengan cara mengganggu metabolisme vitamin K dalam tubuh manusia.
Gejala keracunan, yang meliputi pendarahan, tubuh terasa sangat lemas, hingga pucat ekstrem, biasanya baru muncul dalam kurun waktu dua hingga lima hari setelah konsumsi.
Otoritas medis mendesak siapa pun yang merasakan gejala tersebut setelah mengonsumsi produk terkait untuk segera menghubungi tenaga medis profesional.
Hingga saat ini, pihak berwenang terus melakukan pengawasan ketat di pasar ritel guna memastikan keamanan produk makanan bayi di kawasan tersebut.










