TVRINews – Washington DC
Washington siapkan strategi khusus jaga pasokan minyak dalam negeri selama blokade pelabuhan Iran berlangsung.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menggelar pertemuan strategis dengan sejumlah petinggi perusahaan energi, termasuk CEO Chevron, guna membahas langkah-langkah stabilisasi pasar minyak global.
Pertemuan ini menyusul kekhawatiran atas dampak jangka panjang dari blokade pelabuhan Iran yang telah memicu volatilitas harga energi global.
Seorang pejabat Gedung Putih mengonfirmasi pada Rabu 29 April 2026, bahwa diskusi tersebut berfokus pada proyeksi produksi minyak AS, kontrak berjangka (oil futures), sektor perkapalan, hingga ketersediaan gas alam.
“Mereka membahas langkah-langkah yang telah diambil Presiden Trump untuk meringankan beban pasar minyak global, serta strategi lanjutan guna mempertahankan blokade selama berbulan-bulan jika diperlukan, sembari meminimalisir dampak ekonomi bagi konsumen Amerika,” jelas pejabat tersebut.
Navigasi Krisis di Tengah Ketegangan Geopolitik
Pasar minyak saat ini berada dalam tekanan besar akibat eskalasi konflik antara AS-Israel dengan Iran. Juru bicara Chevron menyatakan bahwa CEO Mike Wirth hadir secara langsung untuk memberikan perspektif industri mengenai kondisi pasar yang bergejolak.
Pertemuan yang pertama kali dilaporkan oleh Axios ini juga dihadiri oleh jajaran elit pemerintahan, termasuk Wakil Presiden JD Vance, Menteri Keuangan Scott Bessent, Kepala Staf Susie Wiles, serta penasihat senior Jared Kushner.
Bagi Partai Republik, lonjakan harga minyak merupakan risiko politik yang signifikan menjelang pemilihan sela kongres pada November mendatang. Oleh karena itu, pemerintah berupaya keras menyeimbangkan tekanan diplomatik terhadap Teheran dengan stabilitas harga di tingkat pompa bensin dalam negeri.
Diplomasi dan Tekanan Maksimal
Meski tekanan militer dan ekonomi meningkat, Gedung Putih tetap membuka pintu dialog. Anna Kelly, juru bicara Gedung Putih, menegaskan bahwa Presiden memiliki berbagai opsi untuk memastikan Iran tidak pernah memperoleh senjata nuklir, namun tetap mengedepankan jalur diplomasi.
“Berkat keberhasilan blokade pelabuhan Iran, Amerika Serikat kini memiliki posisi tawar maksimal terhadap rezim tersebut. Presiden hanya akan menerima kesepakatan yang melindungi keamanan nasional negara kita,” tegas Kelly dalam pernyataan resminya.
Intervensi Pasar dan Lonjakan Harga
Meskipun Washington telah melakukan serangkaian intervensi, harga minyak mentah Brent tetap merangkak naik hingga menembus angka $115 per barel pada Rabu, level tertinggi dalam satu bulan terakhir.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintahan Trump telah mengambil kebijakan luar biasa, di antaranya:
• Relaksasi regulasi: Memberikan perpanjangan waiver selama 90 hari terhadap Jones Act guna mempercepat distribusi komoditas energi antar pelabuhan AS menggunakan kapal berbendera asing.
• Otoritas Pertahanan: Mengaktifkan Defense Production Act yang memberi wewenang kepada Pentagon dan Departemen Energi untuk meningkatkan produksi domestik.
• Cadangan Strategis: Menyalurkan pinjaman 172 juta barel minyak dari Cadangan Minyak Strategis (Strategic Petroleum Reserve) sebagai bagian dari kesepakatan global dengan IEA.
Pejabat Gedung Putih menambahkan bahwa pemerintah kemungkinan akan mengambil langkah tambahan, termasuk melonggarkan regulasi polusi di kilang-kilang minyak untuk menekan harga bahan bakar di tingkat konsumen.
Strategi ini menunjukkan komitmen Washington untuk menggunakan seluruh instrumen kebijakan dalam menghadapi krisis energi yang berkepanjangan.










