TVRINews, Jeddah
Tahun Baru Hijriah, Ka’bah resmi mengenakan kain penutup baru hasil mahakarya perajin Saudi.
Memasuki awal tahun baru Hijriah, Ka'bah di Masjidil Haram, Makkah, kini tampil dengan busana kehorm ini menjadi simbol dedikasi Arab Saudi dalam menjaga situs paling suci dalam Islam sekaligus wujud kecakapan tinggi dalam seni kerajinan tangan islami.
Sebagaimana dilansir oleh Saudi Press Agency (SPA) pada Selasa 16 Juni 2026, penggantian kain penutup ini merupakan bagian dari rangkaian ritual utama di Masjidil Haram. Momen ini menandai tuntasnya kerja keras selama sebelas bulan di Kompleks Raja Abdulaziz untuk Kiswah Ka'bah di Makkah.
Proses produksi mahakarya ini melibatkan sekitar 150 perajin lokal yang mendedikasikan waktu mereka untuk menyusun 47 bagian sutra hitam berkualitas tinggi. Kain tersebut dihiasi dengan 30 ayat Al-Qur'an yang disulam menggunakan benang perak berlapis emas 24 karat, dengan total bobot keseluruhan mencapai 1.410 kilogram.
Para perajin melakukan pemasangan dengan presisi tinggi, mulai dari hizam (sabuk emas), elemen dekoratif samadiah, ornamen berbentuk lentera, hingga hiasan di sekitar mizab (talang air) dan sudut-sudut Ka'bah. Seluruh proses ini menciptakan suasana penuh kekhusyukan bagi siapa pun yang menyaksikannya.
Secara visual, Kiswah tampak sebagai satu kesatuan kain yang mulus. Namun, di balik keindahannya, terdapat proses rekayasa material yang rumit. Setiap jenis kain dipilih dengan cermat demi memastikan kekuatan, daya tahan, dan estetika yang sempurna.
Bahan utama yang digunakan adalah sutra hitam murni yang memberikan karakter khas pada tampilan luar Ka'bah. Untuk mempertegas motif dan kaligrafi, perajin menggunakan sutra hitam timbul. Pada bagian dalam, lapisan katun putih dipasang untuk memberikan struktur yang kokoh dan durabilitas jangka panjang.
Kombinasi material ini juga diperkaya dengan penggunaan sutra berwarna merah dan hijau, khususnya pada bagian tirai pintu Ka'bah dan pelapis bagian dalam. Penyatuan berbagai tekstur material ini mencerminkan dedikasi dan standar kualitas tinggi yang dipertahankan dalam setiap lembar Kiswah.
Bagi dunia Islam, kehadiran Kiswah baru bukan sekadar pergantian kain rutin, melainkan manifestasi dari penghormatan mendalam terhadap rumah Allah. Sinergi antara tradisi kuno dan teknologi modern dalam produksinya terus menjadi tonggak pencapaian seni Islam kontemporer di tanah suci.










