TVRINews, Slovianski, Ukraina
Eskalasi Serangan Rusia Hantam Fasilitas Sipil di Ukraina.
Serangkaian serangan udara Rusia yang menargetkan sejumlah kota di wilayah timur dan tenggara Ukraina dilaporkan menewaskan sedikitnya empat orang, Selasa 16 Juni 2026 malam waktu setempat. Insiden ini memicu kebakaran besar pada bangunan tempat tinggal dan pusat perbelanjaan di wilayah tersebut.
Otoritas kejaksaan di wilayah Donetsk, yang saat ini menjadi titik pertempuran paling intens, menyatakan bahwa dua serangan bom di Kota Sloviansk telah merenggut tiga nyawa. Selain korban jiwa, pihak berwenang mengonfirmasi lima orang lainnya mengalami luka-luka akibat hantaman proyektil tersebut.
Sloviansk memegang posisi strategis sebagai bagian dari zona pertahanan kuat Ukraina. Kota ini dipandang sebagai benteng utama dalam upaya militer Ukraina untuk membendung pergerakan ofensif pasukan Rusia yang terus menekan wilayah Donetsk.
Di sisi lain, kawasan tenggara Ukraina tepatnya di Zaporizhzhia, gelombang serangan pesawat nirawak (drone) turut menelan korban jiwa. Kepolisian nasional melaporkan satu orang tewas saat berada di dalam kendaraannya, sementara tujuh warga lainnya mengalami luka-luka.
Gubernur Wilayah Zaporizhzhia, Ivan Fedorov, menyatakan terdapat lima titik serangan di kota tersebut. "Kebakaran terjadi di sebuah hunian warga dan pusat perbelanjaan, sementara fasilitas pendidikan juga mengalami kerusakan struktural akibat serangan ini," ujar Fedorov melalui keterangan resminya.
Dokumentasi visual yang beredar di berbagai kanal daring memperlihatkan kobaran api melahap bagian dalam bangunan serta atap gedung. Sejumlah fasad bangunan tampak hancur hingga menyisakan puing-puing berserakan.
Hingga berita ini diturunkan, kantor berita Reuters belum dapat melakukan verifikasi independen atas rincian serangan tersebut secara utuh. Baik pihak Rusia maupun Ukraina secara konsisten membantah tuduhan mengenai kesengajaan menargetkan fasilitas sipil sejak invasi skala penuh dimulai pada tahun 2022.
Situasi di garis depan tetap tegang seiring dengan intensifikasi serangan yang terus berlangsung di berbagai sektor timur Ukraina.










