TVRINews – Praha
Gelombang Teror Bom Palsu Memaksa Belasan Pesawat di Eropa Mendarat Darurat
Dunia penerbangan komersial Eropa kembali diguncang gangguan keamanan masif setelah sedikitnya 15 penerbangan lintas negara menerima ancaman bom serentak pada Kamis 5 November 2026.
Kejadian ini memicu pendaratan darurat serta pengawalan ketat oleh jet tempur militer di beberapa wilayah udara negara anggota Uni Eropa.
Insiden beruntun tersebut menjadi serangan teror berupa ancaman bom palsu kedua yang melanda ruang udara Eropa dalam kurun satu pekan terakhir.
Menurut laporan kepolisian lokal di Praha, Republik Ceko, otoritas keamanan bertindak cepat dengan memeriksa empat pesawat komersial yang menjadi sasaran ancaman bom rakitan (IED).
Setelah pemeriksaan intensif oleh unit penjinak bahan peledak dan kepolisian siber, pihak berwenang mengonfirmasi bahwa tidak ditemukan adanya bahan peledak di dalam seluruh pesawat tersebut.
Di wilayah udara Italia dan Bulgaria, prosedur tanggap darurat militer turut diaktifkan. Jet tempur Angkatan Udara Italia dikerahkan untuk mengawal penerbangan penerbangan internasional menuju Bandara Fiumicino, Roma.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Bulgaria mengonfirmasi pengerahan jet tempur untuk mendampingi tiga pesawat komersial hingga mendarat dengan selamat di Sofia.
Berdasarkan analisis data navigasi pemandu lalu lintas udara oleh BBC Verify, salah satu pesawat yang mengalihkan rute penerbangan rute Dublin menuju Roma menerima peringatan bahaya secara langsung dari pengawas lalu lintas udara (ATC) saat berada di udara.
Ancaman berskala luas ini mengulangi peristiwa serupa pada Selasa lalu, di mana sedikitnya tujuh penerbangan di Eropa menerima ancaman bom serupa. Pada insiden sebelumnya, seluruh ancaman dipastikan sebagai laporan palsu (hoax) setelah tim penyisir keselamatan tidak menemukan bahaya fisik apa pun di seluruh armada yang terdampak.
Otoritas penerbangan sipil dan kepolisian lintas Eropa kini tengah menginvestigasi asal-usul pesan ancaman tersebut guna mengidentifikasi pelaku di balik gangguan keamanan udara ini.









