TVRINews, Seoul
Festival Indonesia 2026 menjadi ruang perjumpaan masyarakat Indonesia dan Korea Selatan untuk mempererat hubungan kedua negara melalui kuliner, budaya, musik, olahraga, dan kolaborasi kreatif.
Festival yang digelar di Mulbit Stage, Yeouido Hangang Park, Seoul, Minggu, 4 Oktober 2026 tersebut diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul.
Mengusung tema “Indonesia in Motion: Advancing Partnership for Shared Prosperity,” Festival Indonesia 2026 memperkenalkan berbagai kekayaan budaya dan kreativitas Indonesia kepada masyarakat Korea, sekaligus membuka ruang interaksi dan pertukaran gagasan antara masyarakat kedua negara.
Duta Besar RI untuk Republik Korea, Cecep Herawan, menyampaikan bahwa tema tersebut mencerminkan transformasi Indonesia sekaligus perkembangan kemitraan bilateral kedua negara.

“Tema kita tahun ini adalah Indonesia in Motion: Advancing Partnership for Shared Prosperity. Tema ini menggambarkan perjalanan sebuah negara yang terus bertransformasi, melakukan industrialisasi, berinovasi, dan berinvestasi pada manusianya," kata Cecep dikutip dari siaran persnya, Senin, 5 Oktober 2026.
"Tema yang sama juga menggambarkan hubungan Indonesia–Korea. Kemitraan kita juga terus bergerak maju, dari persahabatan menuju kepercayaan strategis, dan menuju masa depan bersama," lanjutnya.
Cecep menegaskan bahwa peningkatan hubungan bilateral menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus (Special Comprehensive Strategic Partnership/SCSP) pada 1 April 2026 memberikan mandat untuk menerjemahkan kepercayaan politik menjadi kerja sama konkret dan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara.
Festival Indonesia mengajak pengunjung mengenal Indonesia melalui kuliner, permainan tradisional, pertunjukan musik dan tari, fesyen, serta industri kreatif. Hiburan kontemporer, termasuk musik dangdut, turut meramaikan rangkaian acara yang mempertemukan kekayaan warisan budaya dengan perkembangan kreativitas Indonesia.
Salah satu sorotan festival adalah “Rasa Kita” (“Our Taste”), inisiatif diplomasi publik bersama Kementerian Luar Negeri Republik Korea dan KBRI Seoul. Peserta Indonesia dan Korea mengenal tradisi kuliner satu sama lain serta menciptakan hidangan yang terinspirasi dari kedua budaya, menjadikan kuliner sebagai bahasa bersama untuk membangun persahabatan.
Festival ini juga menghadirkan “Sambal Tteokbokki,” sebuah kolaborasi film pendek yang menghubungkan Indonesia dan Korea melalui kuliner, budaya, dan cerita. Sutradara dan para pemeran berbagi kisah serta proses kreatif di balik film tersebut, memberikan gambaran tentang bagaimana kolaborasi dapat semakin mendekatkan masyarakat kedua negara.
Kemeriahan festival turut diwarnai kehadiran atlet bola voli Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi, Zayyan dari XODIAC, serta kreator konten Hansol dan Kimbab Family, dengan penampilan oleh Dita Karang. Partisipasi mereka mencerminkan semakin eratnya hubungan Indonesia–Korea melalui olahraga, musik, hiburan, dan media digital.
Rangkaian kegiatan tersebut membuka ruang bagi pengunjung untuk bertemu, bertukar gagasan, serta mengenal masyarakat dan kreativitas yang membentuk Indonesia masa kini.
“Pada akhirnya, kemitraan ini adalah milik masyarakat kita. Masyarakatlah yang memberikan makna yang berkelanjutan bagi kerja sama kita,” tegas Cecep.
Festival Indonesia 2026 mewujudkan pesan tersebut melalui perjumpaan langsung antarmasyarakat. Seiring semakin eratnya kemitraan strategis Indonesia–Korea, kedekatan masyarakat kedua negara menjadi landasan untuk mengubah cita-cita bersama menjadi kerja sama yang berkelanjutan dan kesejahteraan bersama.










