TVRINews, Cili
Indonesia mencatat potensi transaksi senilai USD 344,08 juta melalui penyelenggaraan INA-LAC Business Mission 2026 di Santiago, Cili, 1-2 Oktober 2026. Dari nilai tersebut, transaksi konkret mencapai USD 328,98 juta. Capaian itu meningkat dibandingkan INA-LAC Business Mission 2025 di São Paulo, Brasil. Potensi transaksi naik 21,2 persen dari USD 284 juta, sedangkan transaksi konkret meningkat 10,8 persen dari USD 297 juta.
Kegiatan yang digelar Kementerian Luar Negeri RI bersama Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN Indonesia), Asosiasi Pengembangan Industri Cili (SOFOFA), dan sejumlah pemangku kepentingan tersebut juga menghasilkan empat kesepakatan bisnis.
Wakil Menteri Luar Negeri RI Arif Havas Oegroseno menekankan bahwa tema INA-LAC 2026, “Bridging Continents, Unlocking Opportunities”, sangat relevan di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang dan dampaknya terhadap ketahanan energi dan pangan dunia.
Menurut dia, penguatan hubungan perdagangan dan investasi Indonesia dengan kawasan Amerika Latin dan Karibia (Amlatkar) menjadi salah satu upaya memperluas kemitraan ekonomi dan membangun kerja sama yang lebih beragam.

"Penyelenggaraan INA-LAC 2026 di Cili menegaskan pentingnya memilih konektivitas daripada fragmentasi dengan memperkuat hubungan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Amlatkar, memperluas kerja sama lintas sektor, serta membangun kemitraan ekonomi yang lebih beragam dan tangguh," tulis Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dalam siaran persnya, Senin, 5 Oktober 2026.
Salah satu agenda dalam kegiatan tersebut adalah INA-LAC Mining and Energy Forum yang membahas peluang kerja sama di sektor pertambangan dan energi. Cili dan sejumlah negara Amerika Latin merupakan pemasok komoditas tembaga dan litium, sementara Indonesia tengah mengembangkan hilirisasi mineral dan ekosistem kendaraan listrik (EV).
Forum tersebut membahas peluang investasi, teknologi, penelitian dan pengembangan, serta mobilitas talenta untuk mendukung pengembangan industri di kedua kawasan.
Selain sektor pertambangan dan energi, pelaku usaha Indonesia dan Amlatkar juga membahas peluang kerja sama di bidang logistik dan pelayaran, termasuk upaya memperlancar arus perdagangan dan mendukung dekarbonisasi sektor transportasi.
Kegiatan INA-LAC 2026 turut diisi business pitching yang mempertemukan perusahaan Indonesia dengan calon mitra di kawasan Amlatkar untuk menjajaki kerja sama perdagangan dan investasi.
Sebagai salah satu flagship program Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri RI, INA-LAC Business Mission terus menjadi katalis penting untuk memperkuat kerja sama ekonomi Indonesia dengan kawasan Amerika Latin dan Karibia yang merupakan kawasan dinamis dan memiliki potensi besar bagi perdagangan dan investasi Indonesia.










