TVRINews – Bogota
Tim penyelamat berpacu dengan waktu menyelamatkan korban terjebak usai puluhan bangunan di Cali runtuh akibat gempa kuat.
Sedikitnya 20 orang dilaporkan meninggal dunia dan puluhan bangunan mengalami kerusakan parah menyusul gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang wilayah barat Kolombia, Senin 10 Agustus 2026.
Guncangan kuat ini turut dirasakan oleh warga di negara tetangga, Ekuador, serta memicu evakuasi massal di sejumlah kawasan perkotaan.
Berdasarkan laporan dari Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) dan badan geologi nasional Kolombia, pusat gempa berada di San Jose Del Palmar, sebuah wilayah di kawasan Choco yang berjarak sekitar 400 kilometer di sebelah barat ibu kota Kolombia, Bogota. Gempa tersebut tercatat memiliki kedalaman 107 kilometer.

(Kendaraan yang hancur tertimpa tembok runtuh terlihat di Cali, Kolombia Senin 10 Agustus 2026. (Foto: EPA))
Dampak terparah dilaporkan terjadi di kota Cali. Wali Kota Cali, Alejandro Eder, mengungkapkan bahwa lebih dari 20 bangunan runtuh seketika akibat guncangan tersebut, dengan sejumlah warga masih terjebak di bawah reruntuhan. Guna mempercepat proses evakuasi, pihak pemerintah kota telah meminta bantuan pengerahan tim penyelamat tambahan dari Bogota dan Medellin.
"Sedikit nhiên 20 bangunan runtuh dalam gempa pada hari Senin di kota Cali, Kolombia, dengan orang-orang terjebak di dalamnya," ujar Alejandro Eder melalui keterangan resminya.
Sementara itu, Gubernur Choco, Nubia Cordoba, menyampaikan via media sosial bahwa ibu kota regional mengalami kerusakan infrastruktur yang signifikan serta jatuh korban luka-luka. Kendati demikian, pendataan menyeluruh masih terus dilakukan oleh otoritas setempat mengingat luasnya wilayah yang terdampak.

(Katedral Manizales termasuk di antara bangunan yang rusak akibat gempa bumi. (Foto: BBC News))
Peristiwa seismik ini menambah daftar panjang kekhawatiran aktivitas geologis di kawasan Amerika Selatan, menyusul rangkaian gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang melanda Venezuela pada akhir Juni lalu. Rangkaian bencana sebelumnya diketahui telah menghancurkan ratusan bangunan serta merenggut ribuan nyawa.
Hingga kini, otoritas pertahanan sipil bersama tim darurat gabungan masih berfokus pada operasi pencarian dan pertolongan bagi korban yang belum dievakuasi dari reruntuhan bangunan.









